Hidayatullah.com–Omicron bisa menjadi dominan di Eropa pada pertengahan Januari 2022, kata
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan.
“Jika Anda melihat waktu yang dibutuhkan untuk kasus baru berlipat ganda, tampaknya jumlah infeksi menjadi dua kali lipat setiap dua atau tiga hari. Dan itu sangat besar. Kami diberitahu bahwa pada pertengahan Januari, kita akan melihat Omicron menjadi varian dominan baru di Eropa,” katanya kepada Parlemen Eropa, mengutip data ilmiah, seperti dilansir AFP Rabu (15/12/2021).
Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa ada cukup vaksin untuk setiap orang Eropa, sementara negara-negara Uni Eropa berusaha mempercepat suntikan booster guna menghentikan penyebaran varian baru.
“Kita sekarang dalam posisi untuk memproduksi 300 juta dosis vaksin per bulan di sini di Eropa, ” kata von der Leyen.
Sejauh ini, 66,6% populasi UE telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 dan 62 juta sudah disuntik dosis ketiga sebagai booster.
World Health Organization (WHO) kemarin mengatakan Omicron menyebar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mungkin sudah ada di sebagian besar negara.*