Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dijaga Ketat Polisi, 3.000 Penghuni Rusun di Melbourne Dikarantina Seperti Tahanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juli 2020 14:33 2:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juli 2020 14:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di tengah kemunculan wabah coronavirus gelombang kedua seluruh wilayah kota Melbourne, Australia, diperintahkan menjalani lockdown kembali selama 6 pekan.

Namun, bagi 3.000 orang penghuni sebuah kawasan rumah susun di kota itu aturan lockdown yang diberlakukan atas mereka sejak hari Sabtu (4/7/2020) jauh lebih ketat. Tidak seperti warga Melbourne lain, pemukim di sembilan tower rumah susun tersebut tidak boleh keluar rumah tanpa alasan, dan mereka dikawal anggota kepolisian.

Aturan “detensi” bagi para penghuni rumah susun di daerah pinggiran Flemington dan North Melbourne itu dirancang untuk meredam penyebaran coronavirus yang ditemukan di sejumlah bangunan kompleks rumah susun tersebut.

Itu merupakan aturan karantina wilayah terberat di Australia sejauh ini.

Ratusan anggota kepolisian dikerahkan ke lokasi rumah-rumah susun itu, segera setelah perintah karantina “rasa penjara” itu diumumkan lewat televisi oleh kepala pemerintahan negara bagian Victoria Daniel Andrews.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rupanya banyak orang penghuni rumah susun yang tidak mengetahui perintah karantina itu. Mereka yang berusaha meninggalkan rumah langsung dihentikan langkahnya oleh polisi.

Setelah kabar tentang karantina tersebut meluas, kepanikan lantas muncul di kalangan warga. Surat pemberitahuan resmi tentang lockdown itu kemudian dikirim ke penghuni rumah, mengatakan bahwa mereka hanya dikarantina selama 5 sampai 14 hari.

Hal yang paling membuat penghuni rusun kesal dan marah adalah mereka sebelumnya tidak mendapatkan perhatian. Sebagian bahkan mengaku mengetahui ketentuan karantina itu dari televisi.

“Begitu kepala wilayah mengumumkannya, langsung ada polisi yang memberitahu bahwa kami tidak boleh pergi. Orang-orang terkejut dan merasa tersakiti, mereka berpikir: ‘Ya ampun, kesalahan apa yang kami lakukan?’” kata Dima Abdu, seorang mahasiswa yang tinggal di salah satu rusun kepada BBC. 

Kebanyakan penduduk rumah susun tersebut adalah kaum ekonomi lemah dan berlatar belakang bahasa non-Inggris. Sebagian besar dari mereka adalah migran, termasuk di antaranya datang ke Australia sebagai pengungsi, dari wilayah Afrika, Vietnam dan China. Banyak di antara pemukim di kompleks itu keluarga-keluarga muda dan pensiunan.

Andrews menyebut sebagian warga yang tinggal di rumah susun tersebut termasuk kelompok masyarakat “paling rentan”.

Para pejabat negara bagian mengatakan mereka memasok kebutuhan pangan dan kebutuhan esensial penghuni rumah rusun. Namun, masalahnya suplai barang adakalanya ditinggal begitu saja di tangga atau lantai bawah tanpa ada pemberitahuan.

Pejabat-pejabat kesehatan mengatakan karantina super ketat itu harus dilakukan sebab penularan Covid-19 di kompleks rumah susun itu sangat tinggi. Sejak hari Sabtu, sudah 75 kasus infeksi Covid-19 ditemukan di sana, lansir BBC Rabu (8/7/2020).

Dikarenakan hanya ada satu lift dan ruang jalan yang sempit, seorang pejabat senior kesehatan mengatakan situasi rumah-rumah susun itu bak “sebuah kapal pesiar vertikal”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiacoronaviruscovid-19karantinalockdownMelbournerumah susun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Ubah Metropark Hotel di Hong Kong Jadi Kantor Keamanan Nasional
Tulisan selanjutnya AR. Fakhruddin: Da’i Jenaka dari Muhammadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?