Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Akui Intervensi Militer Ke Libya Gunakan Data Salah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 September 2016 20:45 8:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 September 2016 17:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Intervensi militer oleh Inggris terhadap Libya  pada 2011 dilakukan berdasarkan informasi intelejen yang salah sehingga menghancurkan politik ekonomi negara Afrika Utara tersebut, demikian parlemen setempat menyatakan pada Rabu (14/9/2016) dikutip Antaranews, dari Reuters.

Melalui perintah mantan perdana menteri David Cameron, Inggris bersama Prancis memimpin upaya internasional untuk menggulingkan pemimpin Libya saat itu, Muammar Gaddafi (Qadafy), pada awal 2011, dengan menggunakan pesawat tempur.

Pasukan loyalis Gaddafi pada akhirnya kalah dan sang pemimpin tumbang.

Namun sejak saat itu, dan hingga kini, Libya terus mengalami kekacauan. Kelompok bersenjata ISIS memanfaatkan kekosongan kekuasaan dengan merekrut anggota baru, sementara faksi-faksi mantan geriyawan saling berebut kekuasaan.

Di sisi lain, ketidakhadiran otoritas juga memberi kesempatan kepada para pelaku perdagangan manusia untuk berkembang dan menggelar operasi besar dengan mengirim ribuan orang ke Laut Tengah menuju Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Cameron, yang memimpin Inggris dari 2010 sampai Juli lalu, mempunyai peran “menentukan” dalam keputusan intervensi dan harus bertanggung jawab atas krisis di Libya, demikian laporan Komite Urusan Luar Negeri parlemen Inggris.

“Tindakan Inggris di Libya adalah bagian dari intervensi yang berakhir dengan buruk, hasilnya bisa kita saksikan secara bersama-sama pada tahun ini,” kata kepala komite luar negeri, Crispin Blunt, yang sama dengan Cameron, berasal dari Partai Konservatif.

“Kebijakan Inggris di Uni Eropa sebelum dan semasa intervensi pada Maret 2011 didasarkan pada asumsi salah dan pemahaman yang kurang tepat terhadap Libya dan situasi di sana,” kata dia.

Komite tersebut menyatakan bahwa “tanggung jawab utama terletak pada kepemimpinan David Cameron.” Pada awal tahun ini, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan pemimpin sekutu di Eropa mengaku terganggu oleh krisis di Libya pasca-intervensi. Namun, kantor kepresidenan Obama menyatakan tidak ingin menyalahkan Cameron.

Cameron pada Juli lalu mengundurkan diri setelah kalah dalam referendum untuk mempertahankan keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Lalu pada Senin, dia juga mengundurkan diri sebagai anggota parlemen dengan alasan tidak ingin mengganggu penerusnya, Theresa May.

Laporan dari komite luar negeri menyatakan bahwa pemerintahan Cameron gagal mengidentifikasi laporan berlebihan mengenai adanya ancaman terhadap warga sipil. Mereka juga gagal melihat besarnya elemen radikalisme dalam pemberontakan melawan Gaddafi.

Selain itu, bantuan terhadap Libya pasca-intervensi dinilai mencukupi.

“Kurangnya pemahaman kami mengenai kapasitas institusional di negara tersebut telah menghambat kemajuan Libya dalam mengamankan situasi di lapangan,” kata Blunt.

Kepentingan Minyak

Banyak pengamat menilai, motiv serangan aliansi Barat pada Libya tidak lain karena minyak.

Libya: Antara Motif Minyak, Nilai Islam dan Tirani Baru

Sebelum dikeroyok Barat,  pemerintah Libya sangat dikenal sangat ketat dalam kerjasama eksplorasi minyak dengan perusahaan Eropa dan Amerika. Potensi minyak Libya yang sangat besar 46,4 milyar barel sangat menggiurkan bagi Eropa dan AS untuk menguasainya. Produksi minyak Libya sebelum revolusi mencapai 1,7 juta barel setiap hari. Produksi ini menyuplai 6 % kebutuhan minyak dunia.

Dengan kapasitas produksi ini Libya menempati urutan ke 9 negara produsen minyak dunia dan urutan kelima di dunia Arab setelah Arab Saudi, Iran, Iraq, dan Bahrain.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratinggrisLibyaminyak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keberpasangan (2)
Tulisan selanjutnya Misi “Perahu Wanita ke Gaza” Mulai Berlayar dari Bercelona

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?