Hidayatullah.com—Presiden Sierra Leone Julius Maada Bio telah meresmikan pengadilan khusus pertama di negaranya yang diperuntukkan bagi kasus-kasus kekerasan seksual dan berdasarkan gender.
Presiden Bio menyatakan negara dalam keadaan darurat kasus pemerkosaan pada Februari 2019.
Bekerja mulai hari Senin (27/7/2020), pengadilan Sexual Offences Model Court diperkirakan akan sangat sibuk, kata Menteri Urusan Gender dan Anak Manty Tarawalli kepada BBC News.
Menteri Manty mengatakan pengadilan itu akan memproses kasus-kasus pemerkosaan yang diajukan ke pengadilan.
Awal bulan ini, pemerintah meresmikan enam support center untuk korban kekerasan seksual dan berbasis gender yang tersebar di berbagai penjuru negeri.
Tugas mereka memberikan pendampingan bagi para penyintas dan membantu petugas kepolisian mengumpulkan bukti-bukti.
Sebuah layanan telepon khusus 24 jam juga diresmikan pada bulan April, yang dapat dipergunakan oleh korban untuk meminta pertolongan.
Menurut Rainbow Initiative, salah satu organisasi terkemuka di Sierra Leone yang memberikan pelayanan untuk korban kekerasan seksual dan kekerasan berdasarkan gender, mereka mencatat aca 1.272 kasus antara bulan Januari dan Mei tahun ini saja.
Daniel Kettor dari Rainbow Initiative mengatakan kepada BBC bahwa pengadilan khusus itutidak dapat ditunda lagi.
Mulai sekarang, pengadilan tersebut akan bekerja enam hari sepekan, di gedung Pengadilan Law di ibu kota Freetown.
“Pengadilan serupa segera akan dibentuk di seluruh penjuru negeri, tetapi mulai sekarang yang satu baru diluncurkan itu akan melayani semuanya,” kata Menteri Manty.*