Hidayatullah.com—Serangan yang dilancarkan kelompok ISIS alias Daesh di Provinsi Nangarhar, Afghanistan, yang berlanjut hingga hari Senin (3/8/2020) telah menewaskan sedikitnya 11 orang, kata seorang pejabat lokal
Sebanyak 42 orang lain terluka dalam baku tembak yang bermula pada hari Ahad malam kata Zahir Adil, seorang jubir untuk Departemen Kesehatan Nangarhar. Korban nyawa diperkirakan akan bertambah.
Serangan dibuka dengan bom mobil bunuh diri yang meledak di gerbang masuk penjara di Jalalabad, ibu kota Provinsi Nangarhar. Sejumlah orang bersenjata kemudian bergerak masuk sambil melancarkan tembakan ke arah pasukan keamanan Afghanistan. Tidak jelas berapa banyak pelaku serangan yang terlibat dalam aksi itu, lansir Associated Press.
Sejumlah narapidana melarikan diri ketika serangan berlangsung, kata seorang pejabat provinsi yang menolak disebut identitasnya sebab tidak berwenang berbicara kepada media.
Sebuah kelompok bersenjata afiliasi ISIS alias IS di Afghanistan, yang dikenal sebagai IS Provinsi Khorasan, mengklaim sebagai pelaku serangan tersebut. Afiliasi IS itu bermarkas di Nangarhar.
Penjara yang mereka serang menampung sekitar 1.500 narapidana, yang beberapa ratus di antaranya merupakan anggota ISIS.
Tidak jelas apakah serangan dilakukan untuk membebaskan napi tertentu.
Serangan terjadi hanya satu hari setelah dinas intelijen Afghanistan mengatakan bahwa seorang komandan senior ISIS tewas dalam serangan militer Afghanistan di dekat Jalalabad.
Jubir bidang politik Taliban Suhail Shaheen mengatakan kepada Associated Press bahwa kelompoknya tidak terlibat dalam serangan itu.
Taliban mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari mulia Jumat dalam rangka peringatan Idul Fitri.
Taliban juga membantah terlibat dalam serangan bunuh diri di Provinsi Logar hari Kamis malam, yang menewaskan sedikitnya 9 orang dan melukai setidaknya 40 orang menurut perhitungan pemerintah.*