Hidayatullah.com—Meski keberatan berbagai masyarakat sudah pernah mengemuka, produser Maxima Pictures Odi Mulya Hidayat, tetap bersikeras memboyong Maria ‘Miyabi’ Ozawa ke Jakarta. Bahkan, ia akan mengontrak bintang film porno asal Jepang itu setidaknya untuk lima film.
“Selain di film Menculik Miyabi, saya akan kontrak Miyabi untuk film lainnya. Bahkan bisa sampai sepuluh film. Sayang kan kalo cuma satu atau dua film,” kata Odi dikutip Pos Kota, Rabu (29/10). Odi juga mengaku, timnya akan segera berangkat ke Jepang, akhir bulan ini.
Menurut Odi, timnya sengaja ke Negeri Sakura itu untuk menemui manajemen Miyabi, menawarkan kontrak beberapa judul film kepada Miyabi. “Kita berusaha jangan sampai pulang nggak bawa hasil,” jelasnya optimis.
Menariknya, ia menafikan protes masyarakat sebelum ini, seolah-olah hanya dilakukan sebagian warga.
“Ya, itu hanya protes sebagian kecil masyarakat Indonesia. Kita akan jelaskan kepada Miyabi kalau masyarakat Indonesia suka dia, menunggu kedatangan Miyabi. Kita lihat saja nanti hasilnya,” ucapnya.
PBNU dan Pemerintah
Sebelum ini, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan, pihaknya dengan tegas menolak kedatangan artis pemain film amoral itu karena tidak ada manfaatnya bagi bangsa Indonesia.
“Sebaiknya artis yang disebut-sebut banyak membintangi film porno itu tidak usah datang ke Indonesia, karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” kata Hasyim Muzadi ketika ditanya usai menghadiri pelantikan Ketua PWNU Jambi.
Ia mengatakan, sekalipun alasan kedatangannya akan membintangi film komedi, tapi latar belakang profesinya tidak bisa diterima oleh masyarakat Indonesia yang sebagian besar Muslim.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata memanggil pihak Maxima Pictures, yang akan memproduksi film “Menculik Miyabi”. Menbudpar meminta Maxima Pictures membatalkan rencana kehadiran bintang porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, ke Indonesia.
Akibat protes berbagai orang, akhirnya Menbudpar ad interim Muhammad Nuh meminta Maxima Pictures melakukan pembatalan kehadiran Miyabi ke Indonesia.
Dalam rilis yang dikirimkan ke media massa, Menbudpar menjelaskan, pihaknya sengaja meminta pembatalan kedatangan Miyabi demi menghindari kontroversi yang berkembang di masyarakat.
Namun belum lama imbauan pemerintah dan keberatan masyarakat terjadi, pihak Maxima Pictures sudah kembali akan melanjutkan mengundang tokoh porno tersebut. Bahkan kali ini akan menawarkan kontrak jauh lebih banyak. [pos/hida/cha/hidayatullah.com]