Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kelompok Nasionalis Hindu Kritik Pertemuan Amir Khan dengan Ibu Negara Turki

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2020 20:33 8:33 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 28 Agustus 2020 20:33
Bagikan
Aamir Khan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pada 15 Agustus, Ibu Negara Turki Emine Erdogan mengunggah sebuah foto pertemuannya dengan bintang Bollywood Amir Khan di Twitter. Unggahan itu langsung viral.

“Saya sangat senang bertemu @aamir_khan, aktor, pembuat film, dan sutradara India yang terkenal di dunia, di Istanbul…” Emine Erdogan mentweet setelah bertemu dengan aktor Muslim, yang berada di Turki untuk syuting film terbarunya, Laal Singh Chaddha. Seperti yang dilaporkan Al Jazeera (28/08/2020).

Para pendukung pro-pemerintah India sangat marah kepada Khan karena berfoto dengan istri dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu. Erdogan adalah salah satu dari beberapa kepala negara yang mengkritik keputusan India yang mencabut status khusus Kashmir yang dikelola negara sekular itu pada Agustus lalu.

Erdogan mendukung Pakistan dalam sengketa Kashmir, sebuah wilayah yang diklaim Pakistan dan India sebagai milik mereka. Hal itu menyebabkan Kashmir menjadi dua bagian, satu bagian dikelola Pakistan dan bagian lain dikelola India.

New Delhi mengatakan kepada Ankara untuk tidak “mencampuri” urusan dalam negerinya setelah Presiden Erdogan menyatakan keprihatinannya atas situasi yang memburuk di wilayah mayoritas Muslim itu, yang telah diisolasi sejak otonomi terbatasnya dicabut pada 5 Agustus 2019. India juga mengecam Malaysia karena mengkritik langkah Kashmirnya dengan melarang impor minyak sawit dari negara Asia Pasifik tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Khan, salah satu bintang Bollywood terbesar, segera menjadi trending topic Twitter bersama dengan Erdogan, dengan nasionalis Hindu mencap bintang film itu “anti-nasional” dan “tidak patriotik” karena berdiri dengan “musuh”.

Serangan-serangan kritik nasionalis Hindu tidak terbatas pada media sosial, di mana mereka mendominasi. Sebuah laporan baru-baru ini oleh The Wall Street Journal mengatakan eksekutif Facebook India gagal menghentikan unggahan anti-Muslim oleh para pemimpin partai yang berkuasa di mana Facebook memiliki sekitar 300 juta pengguna di India.

Minggu ini, organisasi relawan sayap kanan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), yang merupakan induk ideologis dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa, mengkritik hubungan Khan dengan Turki, dengan mengatakan dia “menjalin persahabatan dengan mereka yang dianggap musuh India”.

Majalah RSS, Organizer, menempatkan Khan di sampulnya dengan menyebutnya “Khan yang disukai Naga”, merujuk ke China.

Bintang berusia 55 tahun itu diserang karena popularitasnya yang luar biasa di China, yang dituduh melanggar batas wilayah India di Line of Actual Control (LAC) – perbatasan de facto antara kedua negara Asia.

“Amir tampaknya disukai oleh sistem Partai Komunis China dan fakta bahwa film-filmnya berjalan dengan baik merupakan indikasi bahwa dia dipromosikan oleh negara China,” editor majalah mingguan Hitesh Shankar mengatakan di sebuah situs berita.

Meningkatnya marjinalisasi Muslim

Khan adalah duta merek untuk ponsel pintar China Vivo, dan juga merupakan daya tarik utama di China daratan dengan film-film seperti Dangal (2016). Dia memiliki 1,16 juta pengikut di platform Twitter versi China, Weibo.

Perdana Menteri Narendra Modi telah memanaskan permusuhan terhadap China menyusul bentrokan mematikan di perbatasan Himalaya yang disengketakan pada 15 Juni. Modi adalah seorang nasionalis Hindu dan anggota milisi ekstrimis RSS seumur hidup.

Sejak Modi berkuasa pada 2014, pemerintah BJP telah memberlakukan sejumlah kebijakan yang menimbulkan kekhawatiran akan marjinalisasi terhadap 200 juta minoritas Muslim India.

Tahun lalu, pemerintah Modi mengeluarkan undang-undang kewarganegaraan yang menjadikan keyakinan sebagai dasar untuk memperoleh kewarganegaraan India di negara yang secara resmi sekuler itu. Undang-undang baru, yang memicu protes nasional, disebut “secara fundamental diskriminatif” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aamir KhamirBollywoodIndiaNew DelhiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Menghancurkan Desa Badui Al-Araqeeb untuk Ke-6 Kalinya Tahun Ini, 177 Kali Selama Satu Dekade
Tulisan selanjutnya Kelompok Bersenjata Serang Pengunjuk Rasa Damai di Tripoli, Libya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?