Hidayatullah.com—Anggota-anggota Hizbullah yang tinggal di negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) akan dicabut izin tinggal dan diblokir transaksi keuangan serta komersialnya, sebagai akibat keikutsertaan organisasi Syiah itu dalam konflik dalam negeri Suriah.
Keputusan itu diambil dalam pertemuan tingkat menteri GCC, lapor Arab News Rabu (12/6/2013).
Dalam pernyataannya GCC mendesak pemerintah Libanon untuk bertanggungjawab atas tindakan tidak manusiawi Hizbullah yang ikut bertempur bersama rezim Bashar al-Assad melawan rakyat Suriah.
Hizbullah saat ini merupakan bagian dari koalisi pemerintah Libanon.
Menurut laporan koran Kuwait Al-Siyassah, Kementerian Dalam Negeri Kuwait segera akan mengambil tindakan terhadap 2.000 warga Libanon yang tinggal di negara itu dengan menghentikan izin tinggalnya.
Kuwait juga akan menolak visa bagi para pedukung berbagai kelompok asal Libanon, termasuk pengikut Nabil Beriri dan Walid Jumblatt.
Pertemuan tingkat menteri GCC belum lama ini di Jeddah menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris.*