Hidayatullah.com–PAS membantah membantah klaim yang menyebutkan bahwa ada dua anggota parlemen dari partainya di dalam daftar politisi yang mendukung Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim menjadi perdana menteri Malaysia selanjutnya.
Deputi Presiden PAS Datuk Seri Tuan Ibrahim Tuan Man mengatakan bahwa PAS sepenuhnya mendukung Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri dan pada saat yang sama partainya siap menghadapi segala kemungkinan termasuk perubahan dalam pemerintahan.
“Sebagai sebuah negara yang mempraktikkan demokrasi, semua partai memiliki hak di bawah konstitusi, tetapi dengan situasi Covid-19 sekarang di negeri ini, (perubahan pemerintahan) itu seharusnya dikesampingkan dahulu.”
“Perekonomian belum pulih dan rakyat sedang stres, seharusnya yang menjadi prioritas kita adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan rakyat dan bukan isu-isu politik yang tidak ada habisnya,” katanya kepada para reporter usai mengunjungi lokasi tumpahan minyak di Pantai Cermin hari Selasa (13/10/2020) seperti dikutip Bernama.
Menteri Lingkungan dan Air tersebut juga mengatakan bahwa partainya menggunakan pendekatan “wait-and-see” terkait pertemuan Anwar Ibrahim dengan Raja Malaysia hari ini berkaitan klaim petinggi PKR itu yang mengatakan bahwa pemerintahan PM Muhyiddin Yasin telah tumbang karena mayoritas anggota parlemen mendukungnya untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.
“Apa yang pasti adalah semua 18 anggota parlemen dari PAS kukuh berada di belakang Perdana Menteri (Tan Sri Muhyiddin Yassin),” tegasnya.
Pada 23 September Anwar dalam konferensi pers mengatakan bahwa dirinya mendapatkan dukungan meyakinkan dari anggota-anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru, dan akan menghadap raja berkaitan dengan hal tersebut.
Audiensi Anwar dengan Raja baru terlaksana hari ini setelah kepala negara Kerajaan Malaysia itu belum lama ini keluar dari rumah sakit. Sebuah mobil berwarna hitam yang ditumpangi Anwar terlihat memasuki istana pada 10:25 siang waktu setempat melalui Gerbang 2. Pemimpin oposisi itu meninggalkan istana pada pukul 11:30 siang tetapi tidak mengatakan apapun kepada awak media yang berkumpul di luar sejak pagi hari pukul 8, lapor Bernama.*