Hidayatullah.com–Sebuah Konsorsium Ulama Muslim pada hari Ahad (29/11/2020) mengatakan perjuangan Palestina sedang “mengalami keadaan yang sulit”, lapor Anadolu Agency. Dalam sebuah pernyataan pada kesempatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) meminta warga Palestina untuk meninggalkan perbedaan.
Sekretaris Jenderal IUMS Syeikh Ali Qaradaghi mengatakan: “Rakyat Palestina telah ditinggalkan oleh orang-orang terdekat yang menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Pendudukan Masjid Al-Aqsha, Yerusalem dan Palestina”. Ia menambahkan bahwa “persatuan rakyat Palestina masih harus diharapkan, dan saudara-saudara Palestina harus menyatukan posisi mereka”.
Pada tahun 1977, Majelis Umum PBB menyerukan peringatan tahunan tanggal 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina. Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur (Baitul Maqdis) – yang diduduki oleh ‘Israel’ sejak 1967 – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina yang merdeka.*