Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesty International Kecam Tindakan Keras Mesir terhadap Aksi Protes Pengungsi Sudan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 November 2020 09:43 9:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 November 2020 09:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amnesty International meminta pihak berwenang Mesir pada Rabu (04/11/2020) untuk membebaskan para migran Sudan dan pengungsi yang ditahan. Para pengungsi tersebut ditahan karena memprotes pembunuhan seorang anak Sudan di Kairo pekan lalu, The New Arab melaporkan.

Kelompok hak asasi juga meminta Mesir untuk menyelidiki perlakuan terhadap pengunjuk rasa oleh pasukan keamanan, termasuk dugaan pemukulan.

Lusinan migran dan pengungsi Sudan berkumpul pada 29 Oktober setelah berita mencapai mereka tentang pembunuhan mengerikan Mohamed Hasan yang berusia 12 tahun.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan Masaken Othman, tempat tinggal anak itu, serta kantor UNHCR di Kota 6 Oktober, di wilayah Kairo Raya bagian barat yang menjadi rumah bagi sejumlah besar pengungsi dan migran.

Pasukan keamanan Mesir membubarkan dua protes damai tersebut, Amnesty melaporkan, menggunakan gas air mata dan meriam air.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Puluhan anggota komunitas Sudan juga ditangkap – termasuk anak-anak. Setelah dibawa ke tempat yang diyakini Amnesti sebagai penjara pusat di Giza, para pengunjuk rasa menjadi sasaran pemukulan dan penghinaan rasial.

Amnesty International mengatakan mengetahui 10 orang yang saat ini ditahan.

“Tidak ada pembenaran untuk tindakan brutal pasukan keamanan Mesir terhadap pengungsi dan migran Sudan yang turun ke jalan untuk menuntut keadilan atas pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak,” kata Philip Luther, Direktur Riset dan Advokasi Timur Tengah dan Afrika Utara Amnesty International. .

“Cara pasukan keamanan menyerang orang-orang yang menggunakan hak mereka atas kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai sangat menjijikkan dan harus segera diakhiri.”

“Tuduhan pemukulan, penggunaan penghinaan rasial dan bentuk perlakuan buruk lainnya oleh pasukan keamanan harus diselidiki, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” tambah Luther.

“Amnesty International menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera dan tanpa syarat membebaskan semua orang yang ditahan semata-mata karena menjalankan hak asasi mereka secara damai.”

Pasukan keamanan menggerebek rumah dan tempat kerja beberapa aktivis Sudan di Kairo pada Senin. Yang lainnya menerima telepon yang mengancam mereka dengan deportasi atau penahanan.

Pada hari Ahad (01/11/20200, Kantor Kejaksaan Umum merilis pernyataan yang mengklaim tersangka pembunuh anak tersebut telah ditahan dan menolak dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Sehari kemudian, tersangka dilaporkan mengaku melakukan pembunuhan tersebut.

Sedikitnya 49.000 pengungsi Sudan terdaftar di UNHCR tetapi jumlah sebenarnya dari penduduk Sudan Mesir diyakini jauh lebih tinggi.

Protes telah secara efektif dilarang di Mesir sejak 2013, menyusul penggulingan militer presiden pertama yang terpilih secara demokratis di negara itu, Mohamed Morsi.

Tindakan keras yang sedang berlangsung sejak penggusuran Morsi telah menyapu ribuan Islamis serta aktivis sekuler, pengacara, jurnalis, influencer media sosial, dan akademisi.

Keadaan darurat terbarukan telah diberlakukan di Mesir sejak 2017, tindakan yang menurut kelompok hak asasi manusia telah memungkinkan pemerintah untuk menghancurkan perbedaan pendapat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amnesty InternationalMesirmigran SudanSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya negara palestina ‘Israel’ Memperingatkan Kemungkinan Perang dengan Iran jika Biden Terpilih
Tulisan selanjutnya Islam Channel Kecam Anggota Parlemen Inggris yang Secara ‘Tak Beralasan’ Menghubungkannya dengan Serangan Paris dan Wina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?