Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dinilai Menindas Etnis Uighur, Bintang Barcelona Antoine Griezmman, Putus Kontrak dengan Huawei

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 13 Desember 2020 17:04 5:04 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 13 Desember 2020 17:04
Bagikan
Antoine Griezmann
Bagikan

Hidayatullah.com — Bintang klub sepak bola Barcelona dan anggota timnas Prancis Antoine Griezmann dia memutuskan hubungan dengan raksasa teknologi China Huawei. Keputusan ini dilakukan karena perusahaan ini dinilai terus terlibat menindas etnis Uighur di Provinsi Xinjiang.

Dilansir Al Jazeera, Griezmann mengutip laporan-laporan tentang keterlibatan Huawei dalam pengawasan terhadap Muslim Uighur, sebagai alasannya mengakhiri kontrak sebagai brand ambassador Huawei pada Kamis.

“Menyusul kecurigaan kuat bahwa Huawei telah berkontribusi pada pengembangan ‘peringatan Uighur’ melalui penggunaan perangkat lunak pengenalan wajah, saya segera mengakhiri kemitraan saya dengan perusahaan tersebut,” kata Griezmann dalam sebuah unggahan Instagram. “Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengundang Huawei agar tidak hanya senang dengan menyangkal tuduhan ini, tetapi untuk menerapkan tindakan secepat mungkin untuk mengutuk penganiayaan massal ini dan menggunakan pengaruhnya untuk berkontribusi dalam menghormati hak-hak pria dan wanita di seluruh masyarakat,” tambahnya.

PBB memperkirakan bahwa lebih dari satu juta Muslim Turki – kebanyakan dari mereka etnis Uighur – telah ditahan di kamp-kamp edukasi ulang di provinsi Xinjiang, China bagian barat.  Pernyataan Griezmann muncul setelah firma riset pengawasan yang berbasis di Amerika Serikat, IPVM, mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Selasa bahwa Huawei telah terlibat dalam pengujian perangkat lunak pengenalan wajah di China yang dapat mengirim peringatan ke polisi ketika mengenali wajah orang-orang Uighur.

Griezmann, pesepak bola berusia 29 tahun yang merupakan salah satu anggota timnas Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia, telah menjadi brand ambassador Huawei sejak 2017.  Simon Chadwick, profesor di Industri Olahraga Eurasia, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa – ini merupakan kasus pertama seorang atlet mengakhiri kesepakatan sponsorship dengan perusahaan China – “ini belum pernah terjadi sebelumnya”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Apa yang telah dilakukan Griezmann adalah bahwa dia tidak hanya berbicara tetapi juga bertindak,” tambahnya.

Chadwick mencatat bahwa langkah itu “sangat signifikan” karena China telah menjadi sumber bisnis yang menguntungkan, “tidak hanya untuk atlet perorangan, tetapi untuk klub Eropa secara umum”.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Antoine GriezmmanBarcelonaetnis uighurhuaweiMuslim UighurMuslim Xinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Konstitusional Austria Batalkan Larangan Hijab di Sekolah Dasar
Tulisan selanjutnya Profil Muslimah Berdasarkan Al-Qur’an ini Harus Dimujahadahkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?