Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pentagon Lakukan Mark Up Dana Perang Iraq?

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Agustus 2011 11:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengadilan Amerika Serikat mengumumkan, Departemen Pertahanan (Pentagon) melakukan pemalsuan faktur pembayaran sepuluh kali lipat untuk setiap barang yang dijual ke departemen ini terkait Iraq.

Aksi ini membuat Pentagon meraih keuntungan sangat besar, namun merugikan negara.

“Mitra Pentagon terkadang menulis faktor barang yang mereka jual kepada departemen ini hingga 128 kali lipat dari harga sebenarnya. Pentagon sendiri kemudian membayar sesuai dengan faktur tersebut,” demikian sebagaimana ditulis Associated Press.

Laporan yang mengutip Stuart Brown, jaksa khusus AS di bidang rekonstruksi Iraq menambahkan, perusahaan ANHAM LLC, mitra AS yang berpusat di sekitar Washington mengizinkan anak perusahaannya di Iraq untuk menulis faktur setiap pembelian oleh Pentagon beberapa kali lipat dari harga sebenarnya.

Stuart Bowen, dalam sebuah statemen mengatakan bahwa hasil peninjauan membuktikan bahwa kontraktor Pentagon, Anham LLC, mengijinkan subkontraktornya di Iraq untuk menohok Pentagon membayar 900 USD untuk sebuah saklar kontrol yang hanya seharga 7 USD, tulis Associated Press.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mark-up harga barang itu juga terjadi pada tagihan 3.000 USD untuk pembelian pemutus sirkuit seharga 100 USD, dan 80 USD untuk sebuah peralatan pipa yang harga sebenarnya hanya 1,41 USD.

Bowen berupaya meninjau semua kontrak Anham dengan pemerintah AS di Iraq dan Afghanistan yang totalnya mencapai 3,9 milyar USD.

Hassan Judeh, Direktur Administrasi di kantor pusat Anham di Wina, menolak mengomentari pernyataan Bowen.

Pada bulan Juni, para auditor AS menyatakan sebanyak 6,6 milyar USD dana rekonstruksi Irak telah dicuri dalam kasus “pencurian terbesar dalam sejarah dana nasional.”

Namun, Pentagon bersikeras menyatakan bahwa dana telah diserahkan kepada pemerintah Iraq.

Kontrak antara ANHAM LLC dan Pentagon di Iraq serta Afghanistan senilai empat miliar dolar.

Penyidik kejaksaan AS kini tengah menyelidiki seluruh perincian kontrak tersebut.
Kasus ini bukan skandal baru soal penggelapan dana oleh Pentagon di perang di seluruh dunia.

Sebelumnya aksi serupa AS di Afghanistan dan pemanfaatan situasi perang oleh Washington untuk mengumpulkan kekayaan kawasan melalui penggelapan juga terbongkar.

Dengan kasus ini menunjukkan, Departemen Pertahanan Amerika (Pentagon) pun ternyata tidak lolos dari aksi penipuan yang dilakukan para kontraktor.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penulis “ Negeri 5 Menara “ Ngabuburit dengan 1000 Anak Yatim
Tulisan selanjutnya FAI Luncurkan “Satu Orang, Satu Quran”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?