Hidayatullah.com—Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa warga negaranya tidak akan diwajibkan menjalani vaksinasi Covid-19 apabila vaksinnya telah tersedia di AS.
Pernyataan Biden itu diutarakan di saat Centers for Disease Control (CDC) untuk pertama kalinya mendesak penggunaan masker secara universal ketika berada di dalam ruangan, kecuali orang sedang berada di dalam rumahnya sendiri.
CDC mengatakan AS sudah memasuki fase penularan tingkat tinggi coronavirus. Hari Jumat (4/12/2020) saja negara adidaya itu mencatat lebih dari 2.500 kematian berkaitan dengan Covid-19 dan hampir 225.000 kasus baru infeksi coronavirus.
Sampai saat ini total terkonfirmasi 14,3 juta infeksi Covid-19 dengan lebih dari 278.000 kematian di AS.
Biden, yang akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2021, juga mengatakan bahwa seremoni pelantikannya akan lebih disederhanakan agar tidak banyak mengundang banyak kerumunan.
Berbicaradi Wilmington, negara bagian Delaware, Biden mengatakan vaksinasi Covid-19 tidak perlu diwajibkan.
“Saya akan melakukan apa saja dengan kewenangan saya sebagai presiden untuk mendorong rakyat melakukan hal yang benar dan ketika mereka melakukannya, menunjukkan bahwa hal tersebut penting,” ujarnya.
Menurut survei oleh Pew Research Center, hanya 60% rakyat Amerika Serikat yang saat ini menyatakan bersedia disuntik vaksin coronavirus, naik dari 51% pada bulan September, lansir BBC.
Joe Biden, hari Kamis, kepada stasiun televisi CNN mengatakan bahwa dia akan melakukan vaksinasi secara terbuka sehingga publik dapat melihatnya, guna menepis kekhawatiran publik akan keamanan vaksin baru. Tiga mantan presiden AS –Barack Obama, George Wbush dan Bill Clinton—juga mengatakan bersedia divaksinasi di depan publik.*