Hidayatullah.com–Menteri Peternakan Jepang mengeluarkan peringatan ke seluruh pelosok negeri tentang potensi penyebaran avian flu, yang sudah menyebabkan pemusnahan banyak ayam di negara itu.
Para pejabat kementerian menginstruksikan semua 47 prefektur agar melakukan pemeriksaan terhadap peternakan unggas untuk mengetahui kesehatan mereka dan menyerahkan laporannya. Seluruh peternakan juga diminta melakukan disinfeksi tempat pemeliharaan hewan ternak mereka, lansir Asahi Shimbun Jumat (11/12/2020).
Kebanyakan kasus flu burung yang terkonfirmasi saat ini berada di bagian barat Jepang. Namun, sebelumnya jejak flu tersebut ditemukan dalam kotoran unggas liar di daerah Monbetsu di Hokkaido, dan para pakar mengatakan semua prefektur berpotensi terpapar penyakit flu di kalangan unggas tersebut.
“Dengan terdeteksinya virus itu pertama kali pada unggas liar di Hokkaido pada akhir Oktober, avian flu sepertinya sudah mencapai pesisir Jepang sekitar masa itu. Meskipun ada perbedaan intensitas, risikonya bisa terjadi di mana saja,” kata Yoshihiro Sakoda, profesor ilmu kedokteran hewan di Universitas Hokkaido.
Pada musim ini sampai tanggal 10 Desember sekitar 2,5 juta ayam sudah dimusnahkan. Sebanyak 2,05 juta ekor merupakan ayam petelur dan 430.000 ekor merupakan ayam pedaging.
Angka itu melampaui pembantaian unggas yang dilakukan pada masa flu burung tahun 2010, yang mencapai 1,83 juta ekor.
Pada tanggal 11 Desember angka di atas sudah bertambah setelah pejabat pemerintah di Prefektur Okayama mengkonfirmasi flu burung di sebuah peternakan ayam di Mimasaka, yang berbatasan dengan Prefektur Hyugo. Di sana petugas sudah memulai proses pemusnahan sekitar 640.000 ekor ayam, yang bisa jadi merupakan kasus tunggal terbesar yang pernah terjadi di peternakan Jepang.
Pejabat Kementerian Peternakan mengatakan pembantaian jutaan ayam itu tidak akan mengganggu suplai telur dan daging ayam, sebab sekitar 140 juta ayam petelur dan pedaging setiap tahun dibesarkan di Jepang.*