Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Parlemen Prancis Setuju Kembalikan Artefak Bersejarah Hasil Curian kepada Benin dan Senegal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Desember 2020 19:25 7:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Desember 2020 19:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis akan mengembalikan artefak-artefak bersejarah hasil rampokan kepada Benin dan Senegal setelah anggota-anggota parlemen menyetujui restitusi terbatas ke dua negara tersebut hari Kamis (17/12/2020).

Benin akan menerima 26 artefak yang dijarah dari Istana Behanzin pada tahun 1892, termasuk mahkota kerajaan, yang saat ini dipamerkan di Museum Quai Branly-Jacques Chirac di Paris, lansir Euronews.

Senegal akan menerima pedang buatan abad ke-19 yang dulu milik El Hadj Omar, seorang tokoh politik dan militer besar di zamannya. Pedang dan sarungnya merupakan bagian dari koleksi museum militer Prancis, Musée de l’Armée, tetapi saat ini berda di Dakar sebagai bagian dari artefak pinjaman yang dipamerkan dalam jangka panjang.

Pengembalian barang-barang peninggalan sejarah itu disetujui oleh anggota parlemen Prancis dengan dukungan suara 48, nihil yang menentang dan dua suara abstain.

Yanick Kerlogot, seorang anggota parlemen dari partai pemerinta La Republique En Marche yang mengetuai komisi kebudayaan, menyebut hasil pemungutan suara itu sebagai aksi nyata yang ditujukan kepada para pemuda Afrika dan keturunan Afrika.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Institusi-institusi kebudayaan di negara-negara Barat, termasuk Quai Branly dan British Museum, beberapa tahun belakangan mendapat tekanan untuk mengembalikan artefak-artefak asing yang menjadi bagian koleksinya ke negara aslinya.

Menurut Kerlogot, saat ini sedang dilakukan investigasi untuk menentukan negara asal 240 artefak Afrika yang menjadi koleksi Quai Branly yang diduga merupakan barang hasil curian atau penjarahan.

Museum ternama Prancis itu saat ini memiliki 300.000 artefak hasil karya bangsa Afrika, Asia, Oseania, dan Amerika, yang 70.000 di antaranya berasal dari Benua Afrika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaArtefakEropaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Facebook Gunakan Veteran Kelompok Intel Zionis untuk Memata-matai Pengguna
Tulisan selanjutnya Mahkamah Spanyol Perintahkan Penyelidikan Kematian Manula di Panti Jompo Selama Pandemi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?