Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesty International Desak Bangladesh Menghentikan Relokasi Muhajirin Rohingya ke Pulau Terpencil

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 4 Januari 2021 10:10 10:10 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 Januari 2021 10:10
Bagikan
Rohingya PBB
Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian.
Bagikan

Hidayatullah.com–Amnesty International mendesak Bangladesh untuk menghentikan relokasi ribuan muhajirin (pengungsi) Rohingya ke Bhashan Char, sebuah pulau terpencil di Teluk Benggala, lapor The New Arab. Bangladesh memulai transfer pada Kamis (31/12/2020) di tengah kecaman berkelanjutan dari kelompok hak asasi manusia.

“Pihak berwenang harus segera menghentikan relokasi lebih banyak pengungsi ke Bhashan Char, mengembalikan mereka yang berada di pulau itu ke keluarga dan komunitas mereka di daratan Bangladesh,” kata Saad Hammadi, Juru Kampanye Asia Selatan Amnesty International, dalam sebuah pernyataan.  “Relokasi begitu banyak pengungsi Rohingya ke pulau terpencil, yang masih terlarang bagi semua orang termasuk kelompok hak asasi manusia dan jurnalis tanpa izin sebelumnya, menimbulkan kekhawatiran besar tentang pemantauan hak asasi manusia secara independen,” tambahnya.

Bhashan Char, pulau rawan banjir yang dibentuk oleh endapan lumpur Himalaya pada tahun 2006, telah ditetapkan oleh Bangladesh sebagai rumah baru bagi 100.000 pengungsi Rohingya. Pada hari Rabu, PBB di Bangladesh menyoroti bahwa mereka belum diajak berkonsultasi atau dilibatkan dalam proses relokasi.

Badan internasional tersebut mengeluarkan pernyataan yang menekankan bahwa “Pengungsi Rohingya harus dapat membuat keputusan yang bebas dan terinformasi tentang relokasi ke Bhasan Char berdasarkan informasi yang relevan, akurat, dan terkini”.

Laporan yang muncul dari Bangladesh menyatakan bahwa beberapa pengungsi telah dipaksa pindah ke pulau itu oleh pihak berwenang. Seseorang yang telah terdaftar sebagai bersedia untuk pindah bersembunyi pada hari Kamis, menurut Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 730.000 pengungsi Muslim Rohingya meninggalkan rumah mereka di Myanmar pada 2017 setelah tindakan keras pimpinan militer yang menurut PBB dilakukan dengan maksud genosida. Myanmar membantah telah menganiaya Muslim Rohingya, mengklaim pihaknya menindak kelompok militan di Negara Bagian Rakhine.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amnesty IntenasionalBangladeshBhashan CharPengungsi Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panci Teflon pun Disertifikasi Halal, Kenapa?
Tulisan selanjutnya Estafeta Dakwah Nabi ﷺ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?