Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada sejawatnya Menlu Rusia Sergei Lavrov bahwa jika Moskow memiliki bukti apapun yang menunjukkan Turki membantu ISIS maka dirinya bersedia mundur dari jabatannya.
“Saya siap mundur jika Anda memiliki bukti apapun bahwa Turki membantu Daesh. Jika Anda tidak dapat membuktikan klaim Anda, maka saya akan mengundang Anda ke Antalya [kampung halaman Cavusoglu] sebagai tamu selama sisa hidup Anda,” kata Cavusoglu dalam pertemuan International Syria Support Group (ISSG) hari Selasa (17/5/2016) di ibukota Austria, Wina.
“Anda adalah diplomat serius dan salah satu dari diplomat paling berpengalaman di antara kita. Anda seharusnya tidak mengandalkan klaim sembrono semacam itu,” kata Cavusoglu kepada Lavrov seperti dikutip kantor berita resmi Turki Anadolu.
Dalam pertemuan itu Cavusoglu juga mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan klaim yang mengatakan Turki menutup mata atas ISIS, kata saksi-saksi yang melihat perselisihan dalam pertemuan itu.
Moskow berulang kali mengatakan bahwa Ankara memberikan dukungan kepada ISIS alias ISIL alias Daesh, khususnya dalam bentuk pembelian minyak dari kelompok bersenjata itu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya membantah klaim-klaim Rusia itu yang disebutnya sebagai “tercela.”
Sebanyak 24 perwakilan dari 20 negara dan empat organisasi internasional menghadiri pertemuan ISSG di Wina tersebut, yang ditujukan untuk mencari penyelesaian konflik berdarah di Suriah yang sudah memasuki tahun kelima.*