Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Peti Mati Pasien Covid-19 Menumpuk di Krematorium Meissen

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Januari 2021 20:00 8:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Januari 2021 20:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Peti-peti mati menumpuk tiga tingkat di krematorium di Meissen, Jerman, memenuhi ruangan kantor yang kosong hingga ke lorong-lorong antar ruangan. Banyak diantaranya dibungkus plastik, sebagian dilengkapi dengan tulisan “berisiko infeksi”, “mendesak” atau “Covid”.

Melonjaknya jumlah kematian di daerah Jerman bagian timur itu mendongkrak bisnis bagi manajer krematorium Joerg Schaldach dan anak buahnya. Meskipun demikian, mereka tidak bersorak gembira.

“Situasinya agak tegang bagi kami sekarang ini,” kata Schaldach kepada Associated Press, sementara sebuah mobil jenazah mengantarkan muatannya.

Krematorium itu biasanya pada awal tahun seperti ini kedatangan 70 hingga 100 peti mati, ketika musim penyakit flu merenggut nyawa kaum manula.

“Sudah biasa orang yang meninggal dunia di musim dingin lebih banyak dibanding musim panas,” Schaldach. “Biasanya memang begitu.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekarang, di krematoriumnya ada 300 jasad antre untuk dikremasi dan setiap hari sekitar selusin peti mati dikirim ke tempat itu.

Hari Senin (11/1/2021), Meissen –daerah yang dikenal sebagai produsen keramik—kembali menjadi wilayah di Jerman dengan angka infeksi tertinggi, tiga kali lipatrata-rata nasional. Negara bagian Sachsen, di mana Meissen berada, berada di posisi keenam dari 10 daerah paling terdampak pandemi Covid-19 di Jerman.

Schaldach mengatakan krematorium sebisa mungkin bekerja cepat, menyalakan api di tungku kembarnya setiap 45 menit dan mengkremasi 60 jasad sehari.

Biasanya, sebelum pembakaran dilakukan pihak keluarga diberi kesempatan untuk melihat dan memberikan penghormatan terakhir kepada si mayat. Namun, pandemi coronavirus tidak memungkinkan hal itu dilakukan.

Sebagian kalangan menuding tingginya angka infeksi Covid-19 di Sachsen disebabkan oleh sentimen antipemerintah yang meluas. Sebagaimana diketahui lebih dari seperempat pemilik suara di negara bagian itu memilih kandidat dari partai rasis AfD dalam pemilu nasional yang lalu. Politisi-politisi AfD menolak aturan yang mengharuskan warga mengenakan masker, menolak pembatasan kerumunan, dan bahkan ada di antara mereka yang membantah bahwa pandemi Covid-19 ini memang ada.

Sebagian kalangan lain menuding pekerja asing sebagai biang keroknya. Sebagaimana diketahui panti jompo di negara bagian itu kebanyakan mengandalkan pekerja sosial dari negara tetangga Republik Ceko, di mana kasus infeksinya jauh lebih tinggi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19jasadJermankrematoriumMeisen
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Sampaikan Taushiyah untuk Pemerintah dan Umat Islam Jelang Vaksinasi Covid-19
Tulisan selanjutnya Captain Afwan, dan Surga yang Merindu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?