Hidayatullah.com—Para pekerja kesehatan di Zimbabwe enggan disuntik vaksin Covid-19 buatan perusahaan China, lapor kantor berita AFP mengutip keterangan asosiasi perawat di negara Afrika itu.
Mereka beralasan vaksin buatan Sinopharm itu tidak jelas keampuhannya untuk melawan varian coronavirus, yang lebih cepat menular, yang pertama kali dideteksi di negara tetangga mereka Afrika Selatan.
Zimbabwe memulai program imunisasi Covid-19 pekan lalu, tetapi menurut Enock Dongo, presiden Zimbabwe Nurses Association Yang beranggotakan 12.000 orang, hanya sedikit kalangan tenaga kesehatan yang bersedia disuntik.
“Mereka enggan,” kata Dongo kepada AFP.
Pengembang vaksin coronavirus Sinopharm mengklaim vaksinnya memiliki efektivitas 79%. Namun, itu untuk coronavirus varian terdahulu.
Di Zimbabwe sekarang ini yang banyak ditemukan adalah kasus infeksi coronavirus varian Afrika Selatan, yang diketahui jauh lebih menular dibandingkan coronavirus varian sebelumnya. Efikasi vaksin Sinopharm terhadap varian Afrika Selatan itu belum diketahui.*