Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ulama Al Azhar Dukung Hukuman Berat Bagi Pelaku Praktek Khitan Perempuan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 Maret 2021 22:24 10:24 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 Maret 2021 06:00
Bagikan
Khitan perempuan
Bagikan

Hidayatullah.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Mesir, Hanafy El-Gebali, mengatakan pemerintah telah meminta pendapat dari ulama Universitas Al-Azhar tentang RUU yang diajukan untuk mengubah beberapa ketentuan KUHP tentang khitan perempuan (FGM). El-Gebali mengatakan kepada parlemen pada hari Minggu bahwa ulama Al-Azhar telah menyetujui RUU tersebut.

Undang-undang baru dimaksudkan untuk memberlakukan hukuman yang lebih ketat untuk mencegah khitan perempuan di negara tersebut. Undang-undang tersebut mengatur penggantian Pasal 242 KUHP, yang menyatakan bahwa, “Siapapun yang melakukan khitan alat kelamin perempuan dengan menghilangkan sebagian atau seluruhnya bagian dari alat kelamin luar perempuan, atau menyebabkan kerusakan pada bagian tubuhnya ini, akan menerima hukuman penjara setidaknya lima tahun; dan jika tindakan tersebut menyebabkan cacat permanen, hukumannya adalah penjara untuk jangka waktu tidak kurang dari tujuh tahun dengan kerja paksa, dan jika tindakan tersebut mengakibatkan kematian, hukuman akan diperpanjang untuk jangka waktu tidak kurang dari sepuluh tahun.”

RUU amandemen itu juga menetapkan bahwa jika seorang dokter atau perawat melakukan khitan perempuan dengan cara yang menyebabkan cacat permanen, dia akan menerima hukuman maksimal penjara tidak kurang dari sepuluh tahun. Jika itu menyebabkan kematian, hukumannya tidak kurang dari 15 tahun dan tidak lebih dari 20 tahun.

Selain itu, pengadilan akan memutuskan untuk memberhentikan pelaku dari jabatannya untuk jangka waktu tidak lebih dari lima tahun “jika kejahatan itu dilakukan karena alasan yang berhubungan dengan pekerjaannya. Fasilitas tempat kejahatan yang dilakukan akan ditutup untuk waktu yang sama dengan jangka waktu di mana pelaku akan diskors dari pekerjaannya, dengan pencabutan tanda dan spanduk fasilitas, baik milik dokter yang melakukan kejahatan, atau jika pengurusnya mengetahui kejahatan tersebut, dengan tidak mengurangi hak orang lain dan itikad baik.”

Semua putusan pengadilan di masa mendatang dalam hal ini akan dipublikasikan di dua surat kabar harian terkenal dan situs yang ditunjuk oleh hakim atas biaya terpidana.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmandemenFGMKetua DPR MesirKhitan perempuanRancangan Undang undangulama al azhar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Haji yang Masuk Masjidil Haram dan Nabawi Wajib Disuntik Vaksin Covid-19
Tulisan selanjutnya Gibran Itu Roti Manis yang Dikerubuti Semut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?