Hidayatullah.com—Penyelidikan terhadap kasino ilegal di sebuah rumah mewah di utara Toronto buyar setelah petugas kepolisian dituduh mencuri 2 jam tangan mewah dan menanam bukti palsu.
Polisi di Ontario, Kanada, mengatakan pada bulan September 2020 bahwa mereka telah menyita lebih dari C$10 juta aset, senjata api, uang tunai dan minuman beralkohol sebagai bagian dari satu bulan investigasi terhadap operasional judi ilegal.
Dalam operasi tersebut 29 orang ditangkap, termasuk pemilik rumah mewah, Wei Wei, yang menghadapi 9 dakwaan berkaitan dengan penjualan minuman beralkohol tanpa lisensi, kepemilikan senjata api secara ilegal dan bisnis judi tanpa izin.
Namun, pekan lalu pihak kejaksaan diam-diam menarik dakwaan terhadap Wei, lapor Toronto Star.
Polisi mengatakan ruang basemen rumah mewah tersebut – yang sekarang akan dijual dengan harga C$9,9 juta – telah diubah menjadi kasino dan spa yang dioperasikan secara diam-diam di mana para pengunjung tidak mematuhi protokol Covid-19.
Namun, setelah mengkaji foto-foto dan video yang dibuat pihak kepolisian, tim pembela Wei mengatakan bahwa mereka menemukan sejumlah ketidakberesan seperti pencurian dan penanaman barang bukti palsu yang dilakukan oleh polisi.
Menurut pengacara Wei, Danielle Robitaille, dua jam tangan mewah terlihat di foto dan video yang direkam oleh Kepolisian Daerah York di salah satu kamar tidur di rumah mewah itu. Namun, dari rekaman yang dibuat di hari setelahnya, kedua jam tangan tersebut tidak tampak. Tidak hanya itu, tim pembela Wei mengatakan polisi tidak pernah mencantumkan kedua jam mewah tersebut dalam daftar barang bukti yang disita. Pihak Wei menuntut agar jam-jam tangan itu dikembalikan.
Dalam operasi penggerebekan polisi menyita sejumlah senjata api, termasuk sebuah senapan Laras panjang AR-15 dan sebuah pistol. Robitaille menuding polisi sengaja meletakkan sebuah sarung pistol di kamar Wei dengan tujuan mengkaitkan pemilik rumah dengan 11 senjata api yang ditemukan di tempat tersebut.
Menyusul kejanggalan-kejanggalan itu, pada akhir pekan Robitaille mengajukan pengaduan resmi ke pihak pengawas tentang ketidakberesan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan anggota-anggota Kepolisian York.
Kepada koran Toronto Star pengacara itu mengatakan kliennya lega masalahnya sudah selesai dan dakwaan-dakwaan terhadapnya sudah dicabut, lansir The Guardian Senin (17/5/2021).
Wei setuju melakukan kesepakatan damai dan dia dilarang memasuki tempat judi manapun di wilayah provinsi itu.
Jaksa juga membatalkan dakwaan terhadap bekas istri Wei dan salah satu pemilik rumah itu, Xiang Yue Chen, 48. Jaksa juga tidak mendakwa anak perempuan Wei.
Wei Dong, yang diyakini berperan sebagai manajer kasino ilegal itu, masih menghadapi dakwaan kriminal berkaitan operasional kasino ilegal dan senjata-senjata api yang ditemukan di rumah mewah tersebut.*