Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tragedi Nasional Tentara Australia Banyak yang Bunuh Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2022 10:28 10:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Agustus 2022 10:27
Bagikan
-Perdana Menteri Australia Tony Abbott saat di Afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tingginya angka bunuh diri di kalangan anggota aktif dan mantan prajurit Australian Defence Force disebut sebagai “tragedi nasional” menyusul laporan yang mengejutkan.

“Sangat menyedihkan bahwa Australia kehilangan lebih banyak personel aktif dan mantan personel karena bunuh diri daripada yang gugur dalam operasi selama 20 tahun terakhir di Afghanistan dan Iraq,” kata Menteri Veteran Matt Keogh, seperti dilansir BBC (12/8/2022).

Ada lebih dari 1.200 kematian akibat bunuh diri di kalangan prajurit aktif dan mantan anggota Australian Defence Force (ADF) sejak tahun 2001.

Sebuah royal commission – bentuk penyelidikan publik paling tinggi di Australia – mewawancarai ratusan orang selama delapan bulan. Dari sana ditemukan bahwa prajurit pria dan wanita harus berhadapan dengan birokrasi dan kurangnya dukungan setelah tidak lagi aktif sebagai personel militer. Hasil studi itu menemukan veteran jauh lebih mungkin untuk bunuh diri daripada orang pada umumnya.

Beberapa faktor pendorong bunuh diri antara lain kurangnya dukungan ketika mereka mengalami cedera fisik dan mental, transisi ke kehidupan sipil, buruknya layanan dukungan veteran yang kerap kali kekurangan staf dan bersikap tidak ramah kepada veteran, menurut temuan Royal Commission into Defence and Veteran Suicide.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Senator Jacqui Lambie termasuk di antara mereka yang berbagi pengalaman sebagai veteran.

Dia menceritakan bagaimana dia sudah pernah menulis surat perpisahan kepada putranya dan mencoba mengakhiri hidupnya setelah dia terluka dalam tugas dan terlibat perselisihan soal kompensasinya dengan pemerintah.

“Kala itu saya merasa sulit untuk dapat memberikan alasan … untuk terus hidup, bahkan demi anak-anak saya,” katanya.

Seorang mantan tentara lainnya mengatakan kepada tim penyelidikan bagaimana hidupnya kacau-balau setelah kembali dari Afghanistan karena tidak dapat mengatasi apa yang telah dilihatnya di medan perang.

Komisi juga menemukan bahwa salah satu faktor yang membuat hidup veteran semakin sulit adalah kerumitan untuk memperoleh kompensasi dan rehabilitasi.

Komisi itu akan mengadakan dengar pendapat lebih lanjut sebelum memberikan laporan lengkap pada Juni 2024.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAustraliabunuh diriiraqmiliterperangtentaraveteran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Taliban Syeikh Rahimullah Haqqani Terbunuh Akibat Ledakan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab
Tulisan selanjutnya Ajak Waspadai Terorisme di Dunia Pendidikan, Wakapolri Dibully Netizen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?