Hidayatullah.com—Korea Selatan mengatakan akan melakukan uji coba klinik mengkombinasikan vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca PLC dengan Pfizer Inc dan lainnya.
Rencana itu muncul setelah semakin banyak negara yang mempertimbangkan untuk menggunakan vaksin coronavirus berbeda pada dosis pertama dan kedua, di tengah tersendatnya pasokan vaksin yang menyebabkan program imunisasi terhambat, lapor Reuters Kamis (20/5/2021).
Seorang pejabat kesehatan mengatakan uji coba akan melibatkan sekitar 500 personel militer yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksin AstraZeneca.
Uji klinik itu akan melihat sel T – sel imun yang dapat mengaburkan sel-sel yang terinfeksi virus – dan menetralisir antibodi pada mereka yang diberi dosis kombinasi, kata pejabat kesehatan kepada para reporter.*