Hidayatullah.com—Pembebasan hak kekayaan intelektual atau paten vaksin Covid-19 tidak akan cukup untuk menutup kesenjangan suplai antara negara kaya dan miskin, kata kepala World Trade Organization memperingatkan.
Afrika Selatan dan India mendesak anggota-anggota WTO agar melepaskan hak paten vaksin Covid-19 guna mendongkrak produksinya.
Negara miskin yang mencakup setengah dari populasi dunia sejauh ini hanya menerima 17% dosis vaksin yang ada, situasi yang disebut pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai “apartheid vaksin”.
Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa dirinya mendukung ide pelepasan hak paten vaksin Covid-19, tetapi Ini Eropa yang menentangnya mengatakan hal itu tidak akan serta-merta menaikkan jumlah produksi.
Berbicara kepada Parlemen Eropa pada hari Kamis (20/5/2021), Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan jelas sekali pelepasan hak paten saja tidak akan berpengaruh pada peningkatan produksi vaksin. “… Kita harus menggunakan pendekatan holistik,” imbuhnya.*