Hidayatullah.com—Sekitar 760.000 warga Korea Selatan penerima suntikan Covid-19 dosis pertama berupa vaksin AstraZeneca akan ditawarkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk suntikan dosis kedua dikarenakan keterlambatan pengiriman suplai vaksin lewat mekanisme COVAX.
Sekitar 835.000 dosis vaksin AstraZeneca dari COVAX dijadwalkan tiba pada akhir Juni, yang rencananya diperuntukkan utamanya untuk suntikan kedua bagi sekitar 760.000 pekerja kesehatan dan pekerja garis depan yang sudah disuntik dosis pertama pada bulan April.
Akan tetapi kiriman itu ditunda hingga Juli atau setelahnya, sedangkan stok AstraZeneca yang ada sidah dipergunakan untuk mengejar target vaksinasi sampai tengah tahun ini yaitu menyuntik sebanyak mungkin warga dengan dosis pertama.
Hasil awal sebuah studi di Spanyol menunjukkan bahwa pemberian suntikan vaksin Pfizer kepada orang yang sudah menerima suntikan pertama AstraZeneca adalah aman dan efektif, lansir The Guardian Jumat (18/6/2021).
Reuters melaporkan bahwa bulan lalu Korea Selatan mengatakan akan melakukan uji klinik pencampuran dosis AstraZeneca dengan Pfizer dan lainnya. Sejauh ini Korsel melakukan uji coba terhadap 100 pekerja kesehatan untuk mengkaji formasi antibodi yang terbentuk dan efek-efek imun lainnya.
Kanada dan Spanyol sudah menyetujui pencampuran dosis semacam itu, utamanya disebabkan kekhawatiran akan terjadinya kasus penyumbatan darah pada orang penerima vaksin AstraZeneca.*