Hidayatullah.com–Sepuluh tahun setelah serangan teroris di World Trade Center di New York, Amerika Serikat terus berjuang dengan masalah keamanan dan toleransi mereka terhadap umat Islam, sebuah jajak pendapat baru mengatakan.
Institut Riset Agama Publik melakukan survei atas sikap warga Amerika terhadap imigran dan keamanan bangsa dan mengeluarkan laporan, “Apa artinya menjadi orang Amerika; Sikap Amerika Semakin Beragam dalam 10 Tahun setelah 11 September.”
“Amerika bergulat dengan ketakutan, tapi di sisi lain mereka juga bergulat dengan penerimaan,” kata Ketua Institut Riset Agama Publik, Robert P. Jones, seperti dilaporkan Press TV Rabu (7/09/2011).
Jajak pendapat menemukan bahwa mayoritas kecil dari 53 persen percaya negara ini sekarang lebih aman daripada sebelum serangan 11 September, tetapi mereka memiliki kebebasan pribadi yang terbatas dan Amerika kurang dihormati di dunia.
Hampir setengah dari warga Amerika merasa tidak nyaman dengan seorang perempuan, yang mengenakan burka atau masjid yang sedang dibangun di lingkungan mereka atau seorang Muslim shalat di bandara.
41 persen juga merasa tidak nyaman jika guru di sekolah dasar di komunitas mereka adalah Muslim.
47 persen dari responden survei mengatakan nilai-nilai Islam asing dengan nilai-nilai Amerika, sementara 48 persen tidak setuju dengan pendapat ini.*