Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sepasang Misionaris Korea Selatan Dibebaskan setelah ditahan 17 hari oleh Penculiknya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2021 16:57 4:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2021 16:57
Bagikan
misionaris korea selatan
Bagikan

Hidayatullah.com — Sepasang misionaris Korea Selatan yang diculik di Haiti telah dibebaskan. Mereka dibebaskan pada akhir pekan lalu setelah 17 hari ditahan oleh sekelompok pria tak dikenal, demikian dikutip Koreaherald.

Keduanya dibebaskan pada Sabtu 12.06 (waktu Haiti) dan meninggalkan negara itu melalui negara ketiga sebelum kembali ke negara asal mereka, kata Kantor Berita Yonhap, mengutip Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Kondisi pasangan itu dalam kondisi yang baik.

Keduanya diculik kelompok geng di pinggiran ibu kota Haiti, Port-au-Prince pada 24 Juni saat bergerak dengan kendaraan. Tiga orang lainnya yang diculik bersama pasangan itu juga telah dibebaskan.

Kementerian Korea Selatan, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri II Choi Jong-moon, membentuk tim khusus untuk misi pembebasan pasangan misionaris itu setelah mengetahui penculikan pada 24 Juni di pinggiran ibukota Haiti, Port-au-Prince.

Bulan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri I Choi Jong-kun menelepon Perdana Menteri sementara Haiti Claude Joseph untuk meminta bantuan. Duta Besar untuk Republik Dominika dan Haiti Lee In-ho juga bertemu dengan petugas polisi Haiti dan pihak berwenang lainnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketidakstabilan di negara Karibia ini disebabkan oleh adanya 150 kelompok bersenjata yang aktif melakukan aktivitasnya dengan menjadikan uang tebusan sebagai sumber pendapatan utama. Pada tahun 2020 saja diperkirakan lebih dari 3.000 kasus penculikan terjadi.

Sejak Februari 2019, Seoul telah menyarankan warganya untuk meninggalkan negara itu menyusul ketidakstabilan politik, situasi yang semakin memburuk setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise dalam serangan pada hari Rabu.

Ada sekitar 150 warga negara Korea Selatan yang tinggal di negara itu, banyak di antaranya bekerja di bidang tekstil. Kementerian telah meminta warganya di Haiti untuk menahan diri tidak pergi ke luar dan lebih berhati-hati untuk keselamatan mereka.

Pemerintah juga memberikan informasi penerbangan dan merekomendasikan mereka meninggalkan negara itu ke daerah yang lebih aman.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Korea Selatanmisionarispenculikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin menurunkan kematian Sudah di Vaksin Covid-19 Tetap Bisa Terinfeksi, Peneliti: Tapi Menurunkan Kesakitan dan Kematian
Tulisan selanjutnya vaksin gratis Anggota Komisi IX DPR RI: Harusnya Vaksin Gratis, Tak Dikomersialkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?