Hidayatullah.com — Arab Saudi memang negara yang diberkati karena memiliki cadangan minyak dan gas yang besar dan banyak tambang emas. Arab Saudi masuk dalam daftar 14 negara teratas dengan cadangan emas di dunia. Hari ini, kita akan membahas penemuan tambang emas pertama di Arab Saudi.
Penambangan emas dimulai di Arab Saudi sekitar 5000 tahun lalu. Sejarah menyatakan bahwa penambangan emas pertama kali dilakukan pada 3000 SM.
Pada masa pemerintahan Abbasiyah Islam, penambangan emas tahap kedua berlangsung. Fase ini terjadi antara 750 dan 1258 M.
Selama pemerintahan Raja Abdul Aziz, deposit emas ditemukan kembali di Mahd Al-Dhahab pada tahun 1932. Mahd Al-Dhahab adalah sebuah kota yang terletak di 380 km timur laut ke provinsi Madinah dan terletak di wilayah barat negara itu.
Lokasinya berada 1060 meter di atas permukaan laut. Emas itu kemudian diekstraksi antara tahun 1939 dan 1954. Penambangan emas bukanlah tugas yang mudah.
Emas tidak bisa ditambang begitu saja; butuh banyak usaha dan pemikiran. Penambangan di Mahd Al Dhabah dilakukan dengan menggunakan metode bawah tanah dimana dipahat terowongan lengkap yang berjarak lebih dari 60 km, kutip Saudi Gazette.
Bersamaan dengan itu, pabrik metalurgi yang dirancang khusus digunakan untuk menambang emas. Mahd Al Dhahab dikenal sebagai tempat lahirnya emas karena memiliki deposit emas yang besar dan mengesankan.
Pada tahun 2007, 58.256 ons Emas kira-kira diproduksi oleh operasi bawah tanah di Mahd Al Dhahab. Daerah tersebut ditambang yang mengolah 183.425 ton bijih dengan kadar 11,1 gram per ton emas pada tahun 2007.
Tambang Mahd Al Dhaba juga menghasilkan tembaga dan seng dan residu lainnya yang merupakan keuntungan besar untuk peleburan tol pihak ketiga. Perusahaan Pertambangan Arab Saudi didirikan oleh pemerintah Arab Saudi pada tahun 1997.
Itu didirikan sebagai perusahaan saham gabungan yang memiliki modal SR4 miliar. Itu muncul untuk mengoperasikan lima tambang di seluruh negeri. Perusahaan juga terlibat dalam pelatihan kejuruan untuk mengajarkan generasi baru seni tukang emas.*