Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Selandia Baru Repatriasi Warga Negaranya yang Gabung ISIS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juli 2021 22:58 10:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2021 08:00
Bagikan
Selandia Baru ISIS
Bagikan

Hidayatullah.com — Selandia Baru mengumumkan pada hari Senin (26/07/2021) bahwa mereka akan menerima seorang wanita yang terkait dengan kelompok ISIS  dan dua anaknya. Hal itu setelah Australia membatalkan kewarganegaraan ganda mantan warga negara tersebut, lansir The New Arab.

Wanita kelahiran Selandia Baru – secara luas diidentifikasi sebagai Suhayra Aden – pindah ke Australia pada usia enam tahun dan berkewarganegaraan ganda sampai Canberra mencabut kewarganegaraannya tahun lalu.

Pada saat itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan “teroris yang berperang dengan organisasi terorisme” kehilangan hak kewarganegaraan.

Aden pindah dari Australia ke Suriah pada 2014 dan tinggal di bawah ISIS.

Wanita berusia 26 tahun itu mengatakan kepada organisasi berita ABC di sebuah kamp pengungsi Suriah pada tahun 2019 bahwa dia telah menikah dengan dua kali dengan pejuang ISIS Swedia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan membatalkan kewarganegaraan pengikut ISIS akan membuat mereka tidak memiliki kewarganegaraan.

“Mereka bukan tanggung jawab Turki, dan dengan Australia menolak untuk menerima keluarga, itu membuat mereka menjadi milik kita,” katanya dalam sebuah pernyataan, Senin.

Ardern, yang sebelumnya mengecam Canberra karena “melepaskan tanggung jawab” dalam kasus tersebut, mengatakan wanita itu dan anak-anaknya sekarang akan dikembalikan ke Selandia Baru atas permintaan Turki.

Meskipun tidak mengungkapkan perincian tentang pengaturan tersebut, PM mengatakan “kehati-hatian” sedang diambil untuk meminimalkan risiko apa pun bagi warga Selandia Baru.

“Perencanaan oleh lembaga ada dua – untuk memastikan semua langkah yang tepat ada untuk mengatasi masalah keamanan potensial dan memiliki layanan yang tepat untuk mendukung reintegrasi, dengan fokus khusus pada kesejahteraan anak-anak,” katanya.

Aden dan anak-anaknya telah ditahan di Turki sejak melintasi perbatasan dari Suriah pada Februari.

Setelah menahan keluarga tersebut, kementerian pertahanan Turki mengidentifikasi dia sebagai “teroris Daesh” dan mengatakan mereka telah ditangkap mencoba masuk secara ilegal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISrepatriasiSelandia Baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Menyerang Gaza setelah Peluncuran Balon Pembakar di Wilayah Perbatasan
Tulisan selanjutnya Big Ride for Palestine Tur Sepeda ‘The Big Ride for Palestine 2021’ Menuju London

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?