Hidayatullah.com—Pemerintah Ethiopia mengecam aliansi militer antara dua pasukan pemberontak – Tigray People’s Liberation Front (TPLF) and the Oromo Liberation Army (OLA).
Kedua kelompok bersenjata itu terlibat dalam konflik di daerah berbeda dengan pemerintah, tetapi mereka sekarang akan berbagi informasi medan perang dan bertempur secara paralel.
Juru bicara perdana menteri Ethiopia mengatakan hal itu membuktikan klaim pemerintah selama ini bahwa beberapa kelompok pemberontak di negara itu saling bekerja sama, lansir BBC Kamis (12/8/2021).
Addis Ababa menuding TPLF memobilisasi berbagai faksi termasuk OLA untuk mengacaukan Ethiopia yang sehingga terjadi peningkatan kasus kekerasan antarkomunitas masyarakat dan membuat banyak orang terpaksa mengungsi atau kehilangan tempat tinggal.
Untuk saat ini, aliansi antara kedua kelompok itu berisiko memperdalam konflik di Ethiopia utara, yang sudah memaksa dua juta orang meninggalkan rumah mereka dan menyebabkan lebih dari lima juta orang membutuhkan tempat perlindungan.*