Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Israel’ Perpanjang Karantina Wilayah setelah Penganut Yahudi Ortodoks Langgar Peraturan, Hadiri Pemakaman Seorang Rabi

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Februari 2021 07:13 7:13 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Februari 2021 07:13
Bagikan
Pemakaman massal para rabi berlangsung meskipun ada peraturan yang melarang pertemuan publik besar-besaran di Israel. ( AP: Ariel Schalit )
Bagikan

Hidayatullah.com–‘Israel’ telah memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) secara nasional setelah adanya pemakaman massal yang melanggar pembatasan  dalam mengendalikan pandemi. Ribuan penganut Yahudi ultra-Ortodoks menghadiri pemakaman dua rabi terkemuka di Yerusalem yang meninggal karena Covid-19, hari Selasa telah menuai kritik dari mitra koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kabinet Netanyahu memilih untuk memperpanjang penguncian lima minggu hingga Jumat. Sementara penerbangan internasional masih diperbolehkan hingga Ahad. Parlemen sebelumnya memilih untuk menggandakan denda bagi pelanggar karantina wilayah menjadi 10.000 shekel (4.000 Dolar AS).

Pelanggaran yang dilakukan kaum Yahudi ultra-Ortodoks, yang merupakan salah satu pendukung Netanyahu yang konservatif. Kasus ini telah dimanfaatkan rival politiknya dalam mempertanyakan keefektifan penguncian, guna membangun opini menjelang pemilu 23 Maret.

Sebelumnya, prosesi pemakaman Rabbi Meshulam Soloveitchik, yang meninggal pada usia 99, dihadiri ribuan orang, melalui jalan-jalan Yerusalem pada hari Ahad dalam tampilan terbaru penolakan kaum ultra-Ortodoks ‘Israel’ mengikuti pembatasan virus corona. Kerumunan orang juga terjadi di luar rumah sang rabi, mengabaikan pembatasan pertemuan di luar ruangan yang lebih dari 10 orang, banyak dari mereka tidak memakai masker.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ribuan pelayat ultra-Ortodoks berjubah hitam berlari melewati pintu masuk utama kota menuju pemakaman tempat Soloveitchik akan dimakamkan.  Sejumlah petugas polisi Zionis memblokir persimpangan lalu lintas yang memungkinkan peserta lewat, tetapi tidak mengambil tindakan apapun mencegah pertemuan ilegal tersebut.

Pemakaman kedua pada hari Ahad juga diikuti ribuan pelayat ultra-Ortodoks menghadiri pemakaman Yitzhok Scheiner, sekali lagi melanggar aturan penguncian, kutip laman Abc News.

Netanyahu telah mempromosikan penguncian dan vaksinasi cepat untuk anggota masyarakat paling rentan di negara itu.   Tetapi dampak perubahan pengekangan pandemi tidak terjadi, kasus-kasus serius justru melonjak di antara orang-orang ‘Israel’ yang belum divaksinasi.

Para pejabat menyalahkan meningkatnya infeksi pada jenis virus asing yang dapat menular dan pelanggaran penguncian.  ‘Israel’ telah melihat 638.789 kasus Covid-19, dengan 4.738 kematian.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelkarantina wilayahpemakamanrabi YahudiYahudi OrtodoksZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Hidup Seperti Ayam dan Burung
Tulisan selanjutnya Cari Makan, Warga Peru Tak Pedulikan Aturan Ketat Lockdown Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Berita
20 Oktober 2026 19:37
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Terbaru

  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?