Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Katolik NZ Akui 14% Rohaniwannya Melakukan Kejahatan Seksual

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Februari 2022 11:01 11:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Februari 2022 10:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gereja Katolik New Zealand mengakui bahwa 14% dari pendeta keuskupannya telah dituduh melecehkan secara seksual anak-anak dan orang dewasa sejak 1950.

Gereja merilis data tersebut atas permintaan komisi kerajaan yang didirikan pada 2018 oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern, yang mengatakan negara itu perlu menghadapi “babak gelap” dalam sejarahnya, dan kemudian memperluasnya dengan memasukkan gereja dan lembaga berbasis agama lainnya.

Laporan sementara yang dirilis komisi itu pada bulan Desember lalu menemukan hingga 250.000 anak, pemuda dan dewasa rentan dilecehkan secara fisik dan seksual di berbagai institusi perawatan milik negara dan berbasis agama sejak tahun 1960-an sampai awal 2000-an.

Te Rōpū Tautoko, kelompok yang mengkoordinasikan hubungan antara gereja dengan komisi kerajaan itu, mencari dan mengkaji catatan-catatan dari enam keuskupan Katolik yang ada di NZ dan dari 43 kongregasi atau organisasi Katolik. Penelitian itu mencakup catatan dari 428 paroki katolik, 370 sekolah Katolik dan 67 institusi perawatan (panti).

Tuduhan pelecehan itu mencakup pelecehan fisik, seksual, dan emosional atau psikologis, dan berupa penelantaran. Kegagalan pihak gereja untuk menindaklanjuti pengaduan yang masuk dan sikap memfasilitasi tindakan pelanggaran juga dipaparkan dalam laporan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum ini kasus pelecehan di gereja di Aotearoa New Zealand belum dilaporkan kata Catherine Fyfe, pimpinan Te Rōpū Tautoko, lansir The Guardian Selasa (1/2/2022).

“Information Gathering Project merupakan kerja besar yang melibatkan puluhan orang selama dua tahun, termasuk mencari berkas dari masa 70 tahun silam di ratusan tempat.” 

Komisi menemukan bahwa sejak 1950, 1.350 anak-anak dan 164 orang dewasa dilaporkan mengalami pelecehan, sementara 167 lainnya tidak diketahui berapa usianya. Dari 1.680 kasus sekitar setengahnya (835) merupakan pelecehan terhadap seorang anak dan 80% dari keseluruhan pengaduan berkaitan dengan sejumlah anak. Dari total, sebanyak 687 berkaitan dengan fasilitas pendidikan, 425 tempat perawatan (panti), 228 paroki dan 122 tempat lain, dan sisanya tidak disebutkan lokasinya.

Tuduhan-tuduhan itu sebanyak 14% ditudingkan kepada pendeta keuskupan Katolik, yang bekerja untuk uskup dan bukan kongregasi, 8% rohaniwan laki-laki, dan 3% rohaniwan wanita Sebagian besar pelecehan yang dilaporkan terjadi pada 1960-an dan 1970-an, sebanyak 75% terjadi sebelum 1990.

Te Rōpū Tautoko mengatakan bahwa catatan tersebut tidak akan mewakili semua pelanggaran yang terjadi dalam institusi di bawah gereja Katolik, sebab data yang disajikan hanya berasal dari berkas catatan yang tersedia.

Survivors Network of those Abused by Priests (Snap) mengatakan angka sesungguhnya kemungkinan jauh lebih besar berdasarkan informasi yang disampaikan oleh anggotanya, bisa 12 kali lebih banyak. Pasalnya, data yang tersedia mengindikasikan hanya sekitar 1 dari 12 pelecehan yang terjadi fi berbagai daerah di NZ yang dilaporkan.

Snap mengatakan sementara gereja mengakui bahwa kebejatan itu terjadi, tetapi tidak ada perubahan substansial dalam metode dan budaya internal gereja itu sendiri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gereja katolikNew Zealandpelecehan seksual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya jilbab prancis Upaya Perempuan Prancis Lawan UU yang Melarang Jilbab
Tulisan selanjutnya uni emirat arab Uni Emirat Arab Gelontorkan Rp 143 Triliun untuk Investasi di ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?