Hidayatullah.com — Seorang pejuang Suriah spesialis penghacur tank Rusia telah menawarkan dirinya kepada Ukraina untuk menghentikan invasi Rusia. Dalam cuitannya twitternya, Jum’at (25/2/2022) Abu TOW siap menawarkan bantuan kepada Kyiv untuk melenyapkan lebih banyak tank Rusia.
Sosok ini bernama Suhail Al-Hamood, ia mendapat julukan Abu TOW karena di medan laga Suriah terkenal dengan keberanian dan kepiawannya menghancurkan pasukan tank menggunakan rudal BGM-71 TOW.
Abu TOW dilaporkan telah berhasil menghancurkan 145 target menggunakan rudal TOW, termasuk tank modern Rusia. Selain itu, ia juga berhasil menghancurkan dua jet tempur MiG-23 Rusia di bandara militer Aleppo.
Bagi kelompok pemberontak di Suriah, ini adalah kesempatan untuk melakukan balas dendam terhadap Rusia di mana Moskow sejak 2015 melakukan kampanye militer di Suriah membantu Presiden Assad.
Akibat agresi Rusia, Data Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mencatat 55.219 orang telah tewas akibat tragedi kemanusiaan di Suriah selama tahun 2015 saja. Sedangkan Amnesty International mencatat sedikitnya 100 ribu orang telah melarikan diri dari Aleppo.
Beberapa kelompok pejuang Suriah yang berasal dari Idlib mengatakan kepada Middle East Eye, mereka datang ke Ukraina untuk bersama-sama mengangkat senjata melawan Rusia.
“Kesempatan untuk membalas dendam pada Rusia di tempat lain. Terlalu sayang untuk dilewatkan,” ujar mereka.
Beberapa orang mengatakan, akibat perjanjian gencatan senjata yang ditengahi pihak asing di Suriah, mereka kehilangan kesempatan untuk meluncurkan serangan terhadap pasukan Rusia. Dan kini kesempatan itu muncul di Ukraina.
“Saya berhubungan dengan beberapa pihak untuk keluar dari Suriah dan mencapai Ukraina. Di Ukraina saya akan menghadapi pasukan Rusia bersama dengan saudara-saudara Ukraina saya,” kata Hammoud kepada MEE dari daerah kantong oposisi barat laut Suriah, Idlib.
Ia menambahkan, ia akan pergi secara pribadi dengan cara apa pun. “Saya tidak berencana pergi dengan seluruh tim saya, demi keselamatan mereka,” ujarnya.*