Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Kirim Senjata Tetapi Tidak akan Mempercepat Proses Keanggotaan Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Maret 2022 14:20 2:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Maret 2022 14:20
Bagikan
Uni Eropa Taliban
Kantor pusat Uni Eropa di Brussels, Belgia.
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi di Versailles para pemimpin Uni Eropa menyatakan setuju untuk memberikan bantuan militer tambahan setengah miliar euro lagi kepada Ukraina tetapi menolak ide untuk mempercepat proses penerimaan keanggotaan negara itu di Uni Eropa.

Kepala pemerintahan semua 27 negara anggota Uni Eropa berjanji akan memperkuat ikatan mereka dengan Kyiv dan mendukung upaya Ukraina untuk menjadi bagian dari Uni Eropa menyusul pertemuan tingkat tinggi di Versailles, Prancis.

Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin UE juga mengatakan bahwa “Ukraina merupakan bagian dari keluarga Eropa,” lansir DW Jumat (11/3/2022).

Akan tetapi, mereka menolak permohonan Presiden Volodymyr Zelenskyy agar Ukraina secara cepat bisa diterima menjadi anggota Uni Eropa sementara peperangan dengan Rusia terus berlanjut.

Proses pendaftaran biasanya memakan waktu selama bebey tahun Bahakan dekade, di mana calon negara anggota harus memenuhi sejumlah kriteria dan persyaratan yang yang dituntut Uni Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tuan rumah pertemuan tingkat tinggi itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengatakan blok kerja sama itu tidak akan membuat pengecualian untuk Ukraina.

Pendapatnya digaungkan oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, yang sebelumnya pernah berkata “tidak ada yang namanya jalur cepat”. 

Kanselir Jerman Olaf Scholz juga menolak ide proses cepat itu, dan menegaskan bahwa kesepakatan asosiasi yang dibuat UE bersama Kyiv pada 2017 merupakan jalan untuk memperdalam hubungan mereka.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberikan komentar yang lebih diplomatis, mengatakan bahwa rakyat Ukraina “sedang melaksanakan hak penentuan nasib sendiri” dengan memulai proses bergabung dengan UE.

“Hari ini kami membuka jalan menuju kami bagi Ukraina,” kata politisi wanita asal Jerman itu.

Meskipun demikian, dalam KTT itu Uni Eropa berjanji akan menambah lagi bantuan militer bagi Ukraina sebesar €500 juta. Dana itu ditambahkan ke bantuan sebelumnya pekan lalu yang juga sebesar €500 juta, bantuan pembelian senjata yang pertama kali dilakukan oleh UE untuk negara yang bukan anggotanya yang sedang menghadapi invasi dari negara lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:rusiasenjataUkrainaUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Spanyol akan Bentuk Komisi Resmi Penyelidik Kejahatan Seksual di Gereja Katolik
Tulisan selanjutnya Nigeria Sita 3 Juta Kapsul Opioid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?