Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mengapa Orang Afghanistan Mau Mati untuk Iran di Suriah?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2015 20:03 8:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Oktober 2015 17:52
Bagikan
Poster pemimpin Syiah Iran Ayatullah Khamenei, Bashar Al-Assad, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejak Rusia ikut ambil bagian dalam serangan udara di Suriah, jumlah orang Iran yang menjadi korban ikut bertambah.

Media-media Iran menggunakan istilah tidak resmi “Para pembela makam suci” untuk menyebut orang-orang Iran dan Afghanistan, yang diterjunkan sebagai pasukan paramiliter membantu pasukan rezim Suriah dan syiah Hizbullah dalam menghadapi oposisi dan ISIS. Mereka mengunakan dalih ada ancaman-ancaman atas tempat-tempat suci Syiah di Suriah, terutama sekitar Damaskus, sebagai alasan kehadirannya di Suriah.

Pekan lalu, jurubicara Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa Abdullah Bagheri, seorang mantan pengawal presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, telah terbunuh di Aleppo, bagian utara Suriah.

Dua pekan silam, Jenderal Hussein Hammedani, salah satu komandan tertinggi Korps Pengawal Revolusi, sebuah pasukan elit Iran, tewas di Aleppo. Dia merupakan komandan Iran paling senior yang terbunuh dalam operasi militer di luar negeri.

Seorang pejabat Amerika pekan lalu mengatakan bahwa tidak kurang dari 2.000 orang Iran, atau serdadu dukungan Iran, ambil bagian dalam serangan terhadap pasukan oposisi Suriah. Mereka berkoordinasi dengan pasukan Rusia dan tentara pendukung rezim Bashar Al-Assad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak tahun kedua perang sipil di Suriah, Iran terus meningkatkan kehadiran militernya di negara itu.

Oleh karena mendapatkan kecaman dari dalam negeri dan dunia internasional atas keterlibatannya dalam konflik Suriah, Teheran lebih memilih untuk mengerahkan orang-orang asal Afghanistan yang tinggal di Iran.

Dilansir Euronews (27/10/2015) Brigade Fatemiun –yang diambil dari nama putri Nabi Muhammad, Fatimah– merekrut ratusan migran asal Afghanistan yang berada di Iran. Orang-orang Afghanistan itu dilatih dan dikerahkan oleh pemerintah Syiah Teheran untuk bertempur di Suriah. Iran menjanjikan orang-orang itu bayaran $500 setiap bulan, dan ditambah dengan status penduduk permanen di Iran.

Pemerintah Syiah Iran merupakan pendukung setia rezim Syiah Alawi pimpinan Bashar Al-Assad di Suriah. Bertentangan dengan retorika yang selama ini dikemukakan, motivasi Iran di Suriah jauh melebihi sekedar masalah keagamaan (Syiah versus Muslim Sunni). Faktor geopolitik kawasan ikut bermain di sana. Selama delapan tahun perang antara Iran dengan Iraq, pemimpin Suriah ketika itu Hafidz Al-Assad (ayah dari Bashar Al-Assad), merupakan satu-satunya sekutu Iran di Arab.

Selain itu, Suriah tidak pernah menuntaskan perjanjian perdamaiannya dengan Israel, berbeda dengan Mesir dan Yordania. Konsekuensinya, negara Suriah, bersama dengan kelompok bersenjata Syiah asal Libanon Hizbullah, dan Iraq yang sekarang pemerintahannya dikuasai politisi-politisi Syiah, dianggap sebagai komponen dari apa yang disebut Iran dengan Axis of Resistance ‘poros perlawanan’ terhadap Israel.

Para pemimpin Iran mengetahui, jika mereka kalah di Suriah, maka hal itu akan menjadi hantaman besar bagi pamor dan pengaruh negeri Syiah itu di mata kerajaan-kerajaan Arab kaya minyak serta Israel. Negara Syiah Iran, jika kalah di Suriah, tidak akan lagi ditakuti oleh negeri-negeri Muslim Sunni.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iransuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dituduh Merobek Poster Erdogan Dua Anak Terancam Penjara 4 Tahun
Tulisan selanjutnya China akan Mengakhiri Kebijakan Satu Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?