Hidayatullah.com–Rusal perusahaan pertambangan aluminium asal Rusia membantah bahwa pihaknya mengalami kesulitan memenuhi kewajiban finansial di Guinea.
Dilansir BBC Rabu (16/3/2022), pernyataan itu dirilis menyusul adanya laporan bahwa Rusal akan menghentikan operasinya di negara Afrika Barat itu setelah sanksi dijatuhkan atas Rusia akibat invasi ke Ukraina, mengancam pekerjaan 4.000 orang di sana.
Guinea adalah salah satu pengekspor utama bauksit bijih aluminium dunia.
“Meskipun ada pengurangan sementara ekspor bauksit dari Guinea karena peristiwa di Ukraina, Rusal tidak berencana untuk menghentikan operasinya di Guinea,” lapor situs berita Guineenews mengutip perkataan kepala humas Rusal.
Perusahaan bersikeras bahwa itu tidak dikenakan sanksi internasional.
Menurut Rusal, pihaknya adalah salah satu investor asing terbesar di Guinea, di mana mereka mengoperasikan Compagnie des Bauxites de Kindia (CBK) dan mengekspor bijih aluminium itu dari Dian-Dian, deposit bauksit terbesar di dunia.*