Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelaku Pembantaian di Mall Denmark Gila Bukan Teroris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juli 2022 14:32 2:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juli 2022 14:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang pemuda yang membunuh tiga orang saat melepaskan tembakan ke arah keramaian di sebuah mall bertindak sendirian dan memilih targetnya secara acak, kata Kepolisian Denmark. Pelaku tampaknya gila dan bukan teroris.

Pihak berwenang membuat dakwaan awal pembunuhan dan percobaan pembunuhan atas seorang laki-laki Denmark berusia 22 tahun. Dia akan ditahan selama 24 hari di sebuah fasilitas kesehatan jiwa sementara aparat menyelidiki kasus tersebut, kata jaksa Søren Harbo kepada awak media, Senin (4/7/2022).

Setelah sidang penahanan, pengacaranya Luise Høj mengatakan bahwa dia setuju kliennya menjalani pemeriksaan jiwa. Dia tidak berkomentar soal tuduhan-tuduhan yang dikenai atas kliennya.

Polisi mengatakan pemuda itu sudah dikenal oleh petugas layanan kesehatan jiwa, tanpa menjelaskan lebih lanjut, lapor Associated Press.

Polisi belum mengidentifikasi motif serangab hati Ahad di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Denmark.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tersangka yang membawa senjata laras panjang dan pisau dengan cepat dapat diringkus petugas. Kepala Kepolisian Kopenhagen Inspektur Kepala Søren Thomassen mengatakan pelaku juga memiliki sejumlah senjata api lain, tetapi lagi-lagi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Tiga korban tewas adalah seorang lelaki dan perempuan berusia 17 tahun warga Denmark dan seorang pria Tusia berusia 47 tahun menurut Thomassen. 

Empat orang lain dirawat di rumah sakit akibat luka tembak dan dalam kondisi kritis tetapi stabil.

Total ada 24 orang yang terluka, kebanyakan karena berdesakan akibat panik setelah tembakan terdengar di pusat perbelanjaan Field’s, di pinggiran ibukota Denmark.

Tersangka yang tidak dapat disebutkan namanya di media atas perintah pengadilan, dihadirkan hari Senin kemarin di dalam ruang persidangan yang dipenuhi pengunjung guna menghadapi tiga dakwaan awal berupa pembunuhan dan empat percobaan pembunuhan.

Ketika hakim memutuskan persidangan harus dilakukan tertutup, media dipersilahkan keluar.

Tidak jelas apakah pelaku langsung menyatakan dirinya bersalah atau tidak. Dia akan ditahan sampai 28 Juli, kata polisi.

Inspektur Dannie Rise dari Kepolisian Kopenhagen mengatakan penyidik belum menemukan bahwa ada orang lain yang membantu pelaku.

“Kami harus menyusun jigsaw puzzle ini,” kata Rise. “Dan ini kerja besar,” ujarnya mengindikasikan investigasi akan berjalan rumit.

Sebelumnya Thomassen mengatakan tidak ada indikasi kuat bahwa serangan itu merupakan aksi terorisme. Dia menyebut pelaku “beretnis Dane”, istilah yang biasa dipakai dengan maksud mengatakan bahwa orang tersebut berkulit putih.

Kanal televisi TV2 mempublikasikan foto tersangka yang disamarkan wajahnya. Dia mengenakan celana sepanjang lutut, kaos tanpa lengan, dan memegang sesuatu yang tampak seperti senapan laras panjang di tangan kanannya.

“Dia tampak sangat bengis dan marah,” kata saksi Mahdi Al-Wazni kepada TV2. “Dia berbicara kepada saya dan mengatakan bahwa benda itu (senapan) tidak asli ketika saya merekamnya. Dia kelihatan sangat bangga dengan apa yang dilakukannya.”

Chassandra Stoltz, pelajar berusia 18 tahun yang sedang menuju lokasi konser Harry Styles pada Ahad malam di lokasi tidak jauh dari tempat penembakan, melihat orang berlarian panik.

Awalnya dia, saudar perempuannya dan ayahnya mengira ada yang menemukan Harry Styles, tetapi kemudian menyadari bahwa mereka berlari karena panik.

Konser Harry Styles dibatalkan akibat peristiwa itu.

Kekerasan bersenjata di Denmark relatif jaranga. Insiden semacam ini terjadi terakhir pada Februari 2015, ketika pemuda 22 tahun tewas dalam baku tembak dengan polisi menyusul serangan yang menewaskan dua orang dan lima anggota kepolisian terluka.

Sekitar sepekan sebelum penembakan di Denmark ini, di negara tetangga Norwegia juga terjadi aksi penembakan massal. Pelaku diidentifikasi sebagai pria warga Norwegia asal Iran yang melepaskan tembakan ke arah keramaian yang menghadiri festival LGBTQ. Dua tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:denmarkgangguan jiwaKopenhagenpenembakan massalteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR RI Komisi IV DPR Tegaskan Larangan Nikah Beda Agama Tidak Melanggar HAM
Tulisan selanjutnya Daftar Kekejaman terhadap Muslim India di Bulan Juni

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?