Hidayatullah.com– Kepolisian Kanada, hari Jumat (15/7/2022), mengkonfirmasi bahwa seorang pria yang ditembak mati di British Columbia hari Kamis adalah Ripudaman Singh Malik, seorang pengusaha Sikh yang dibebaskan dari dakwaan kasus pemboman pesawat Air India tahun 1985 yang menewaskan 329 orang.
Polisi mengatakan mereka belum menetapkan motif pembunuhan atau memiliki bukti apakah insiden itu berkaitan dengan kasus Air India.
Malik dan Ajaib Singh Bagri, seorang pekerja di British Columbia, pada tahun 2005 dibebaskan dari dakwaan terkait serangan terhadap pasawat Air India penerbangan 182 yang meledak di atas Samudera Atlantik pada tahun 1985.
Sersan David Lee dari Royal Canadian Mounted Police mendesak agar publik tidak berspekulasi perihal motif pembunuhan dan menegaskan bahwa petugas sedang melakukan penyelidikan.
Lee, dari tim investigasi kasus pembunuhan RCMP mengatakan pembunuhan itu diyakini sengaja dilakukan dan aparat berusaha mencari rekaman kamera atau informasi apapun yang kemungkinan berkaitan dengan peristiwa itu.
Hati Kamis pagi, polisi merespon laporan penembakan dan menemukan sesosok mayat pria, yang sekarang sudah dikonfirmasi adalah Malik, mengalami luka tembak yang mengakibatkan kematiannya langsung di tempat kejadian di Surrey, British Columbia.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa sebuah Honda CRV warna putih tiba di dekat lokasi tak lama sebelum penembakan dan menunggu kemunculan Malik, 75.
Polisi menemukan mobil tersebut hangus terbakar dan ditelantarkan di jalan tidak jauh dari lokasi kejadian, lapor Reuters.
Kepolisian Kanada dikritik atas penanganan dan investigasi kasus pemboman Air India 182. Tahun 2010 pemerintah secara resmi meminta maaf kepada keluarga korban, mengakui bahwa pihak berwenang gagal bertindak menanggapi informasi yang dapat mencegah terjadinya peristiwa itu atau menangkap pelaku dan dalangnya.
Pihak berwenang di Kanada dan India menduga serangan itu direncanakan oleh kalangan ekstremis Sikh yang bermukim di Kanada sebagai tindakan balas dendam atas serangan India terhadap Kuil Emas Sikh di Amritsar pada 1984.*