Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Pendukung Ulama Syiah Muqtada al-Sadr Serbu Parlemen

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 28 Juli 2022 22:16 10:16 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 Juli 2022 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Para pendukung ulama Syiah Muqtada al-Sadr pada Rabu menyerbu gedung parlemen Iraq di Green Zone yang berkeamanan tinggi. Aksi mereka itu sebagai protes terhadap pencalonan Perdana Menteri dari blok lawan politik.

Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi meminta para pengunjuk rasa untuk “segera mundur” dari Zona Hijau yang dijaga ketat, yang merupakan rumah bagi gedung-gedung pemerintah dan misi diplomatik.

Demonstrasi adalah tantangan terbaru bagi Irak yang kaya minyak, yang tetap terperosok dalam krisis politik dan sosial ekonomi meskipun harga energi global meningkat.

Blok Sadr muncul dari pemilu pada bulan Oktober sebagai faksi parlemen terbesar, tetapi masih jauh dari mayoritas dan, sembilan bulan kemudian, kebuntuan politik tetap ada selama pembentukan pemerintahan baru.

Polisi menembakkan rentetan gas air mata dalam upaya untuk menghentikan para pengunjuk rasa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun kantor berita negara INA mengatakan bahwa pengunjuk rasa telah “memasuki gedung parlemen”, sementara televisi Iraq menunjukkan kerumunan orang berkeliaran di sekitar gedung, mengibarkan bendera nasional dan bersorak.

Kadhemi memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan keamanan akan memastikan “perlindungan lembaga negara dan misi asing, dan mencegah bahaya apa pun terhadap keamanan dan ketertiban”.

“Para pengunjuk rasa melewati rintangan sulit dengan sangat mudah dan mencapai dewan perwakilan Irak dan mengibarkan bendera Irak di dalam gedung,” Aso Faraidun Amin, seorang anggota parlemen Kurdi dari Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK) mengatakan kepada koresponden The New Arab di Irak.

“Mereka berkali-kali menyoraki nama Muqtada Sadr, dan pesan di balik protes adalah mereka tidak ingin Kerangka Koordinasi membentuk pemerintahan baru.”

“Muqtada al-Sadr khawatir jika al-Maliki dan aliansinya berhasil membentuk pemerintahan ini, posisi dan keamanannya mungkin dalam bahaya, sehingga Sadr ingin pemerintahan sementara Iraq Mustafa Al-Kadhimi tetap berkuasa, dan membuka jalan cara untuk mengadakan pemilihan awal setelah parlemen Iraq akan dibubarkan,” tambahnya.

Pejabat pro-Sadr pergi untuk membujuk pengunjuk rasa untuk pergi, kata seorang pejabat kementerian dalam negeri.

Seorang koresponden AFP di Zona Hijau sebelumnya melihat pengunjuk rasa membawa sesama demonstran yang terluka.

Blok Sadr memenangkan 73 kursi dalam pemilihan tahun lalu, menjadikannya faksi terbesar di parlemen dengan 329 kursi. Namun sejak pemungutan suara, pembicaraan untuk membentuk pemerintahan baru terhenti.

Para pengunjuk rasa menentang pencalonan Mohammed al-Sudani, mantan menteri dan mantan gubernur provinsi, yang dipilih oleh Kerangka Koordinasi pro-Iran sebagai perdana menteri.

Kerangka Koordinasi menarik anggota parlemen dari partai mantan perdana menteri Nuri al-Maliki dan Aliansi Fatah pro-Iran, cabang politik dari mantan kelompok paramiliter pimpinan Syiah Hashed al-Shaabi.

“Saya menentang pejabat korup yang berkuasa,” kata pengunjuk rasa Mohamed Ali, seorang buruh harian berusia 41 tahun. “Saya menentang pencalonan Sudani, karena dia korup.”

Iraq jatuh lebih dalam ke dalam krisis politik bulan lalu ketika blok Sadr mundur secara massal.

Sadr awalnya mendukung gagasan “pemerintah mayoritas” yang akan mengirim musuh-musuh Syiahnya dari Kerangka Koordinasi ke oposisi.

Mantan pemimpin milisi itu kemudian mengejutkan banyak orang dengan memaksa anggota parlemennya untuk mengundurkan diri, sebuah langkah yang dipandang sebagai upaya untuk menekan para pesaingnya agar mempercepat pembentukan pemerintahan.

Enam puluh empat anggota parlemen baru dilantik pada bulan Juni, menjadikan blok pro-Iran sebagai yang terbesar di parlemen.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Irakiraqparlemensyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puasa Asyura Inilah Tingkatan-tingkatan Puasa Asyura
Tulisan selanjutnya Wilayah Miskin Kentucky AS Banjir Sedikitnya 8 Orang Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?