Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Wanita Myanmar Dijual ke Lelaki di China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Desember 2018 12:25 12:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Desember 2018 12:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan wanita dan anak perempuan rentan berasal dari wilayah utara Myanmar diperdagangkan ke China dan dipaksa menikah dan melahirkan anak.

Dalam laporan hasil studi John Hopkins Bloomberg School of Public Health yang dirilis hari Jumat (7/12/2018), diperkirakan 7.500 wanita dari negara bagian Kachin dan Shan dijual ke para pria di seberang perbatasan (China) antara tahun 2013 dan 2017. Perempuan termuda dijual dengan harga $15.000 (sekitar 217,2 juta rupiah).

Interview dengan lebih dari 400 korban di Myanmar dan China mengungkap bahwa kebanyakan korban dipaksa hamil dan melahirkan anak sebelum dijual ke lelaki kedua.

Seorang wanita menceritakan bagaimana dia diselundupkan dan dijual ke China tiga kali dan setiap kali “dipaksa untuk hamil dan melahirkan anak,” menurut Moon Nay Li dari Kachin Women’s Association Thailand, yang pemimpin studi lapangan di negara bagian Kachin dan Shan yang berbatasan langsung dengan wilayah China, seperti dilansir DW.

Pernikahan mereka sering kali dipersiapkan oleh keluarga pihak wanita atau tetua kampung, yang mana perempuan-perempuan itu tidak bisa menolak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anak perempuan sering kali “tidak dapat mengatakan tidak kepada orangtua mereka,” kata Moon Nay Li, dan langsung menikahkan mereka begitu pihak “penjual dan agennya memberikan uang kepada mereka.”

Sementara itu di China, kebijakan satu anak mengakibatkan jumlah pria lebih banyak dibanding wanita sekitar 34 juta. Akibatnya, banyak pria China yang tidak bisa mendapatkan pasangan hidup dan harus mencarinya dari negara-negara lain.

Para pria China yang membeli perempuan asing untuk dinikahi sering kali usianya tua, sakit-sakitan atau mengalami kecacatan tubuh dan berasal dari daerah pedesaan, yang di kalangan suku Han China tidak diminati. Mereka biasanya menjual istrinya ke orang lain setelah melahirkan anak guna mendapatkan uang pengganti yang dikeluarkan untuk membeli istrinya dahulu.

Para wanita yang menjadi korban tidak bisa berbuat banyak sebab mereka tidak memiliki dokumen terkait.

“Korban kawin paksa itu dilanggar hak-haknya dan mengalami penyiksaan disik dan psikis,” kata Courtland Robinson, seorang associate professor di Bloomberg School dan ketua penyusun laporan tersebut.

Sementara hasil studi itu mengakui sebagian wanita yang dijual menjalani pernikahan bahagia, para peneliti menyeru pihak Myanmar agar mengakhiri konflik-konflik berdarah di dalam negeri dan mematsikan warganya memiliki dokumen identitas sehingga mereka bisa bekerja dan tinggal di China secara legal. Myanmar juga diimbau agar melatih petugas anti-perdagangan manusianya agar dapat mengidentifikasi wanita sebagai korban.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jepang Buka Pintu Lebih Banyak Pekerja Asing
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin Bahas Pluralitas Keagamaan di Abu Dhabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?