Hidayatullah.com– Lebih dari 20.000 rumah tidak teraliri listrik di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, disebabkan banjir yang telah sedikitnya menewaskan 8 orang.
Hari Kamis (28/7/2022), hujan deras menyebabkan air menyembur keluar dari sungai dan menggenangi rumah-rumah di Appalachian, salah satu wilayah termiskin di Amerika Serikat. Di beberapa daerah, air banjir menggenangi jalan dan jembatan, serta merobohkan bangunan.
“Singkatnya, peristiwa ini menghancurkan,” kata Gubernur Kentucky Andy Beshear saat mengumumkan kematian pertama, lansir DW.
“Dan saya yakin itu akan menjadi salah satu banjir paling signifikan dan mematikan yang pernah kita alami di Kentucky setidaknya dalam waktu yang sangat lama.”
Beshear mengatakan 23.000 rumah tangga tanpa listrik, dan “sejumlah orang” belum ditemukan. Dia memperkirakan lebih banyak nyawa hilang karena bencana itu.
Pemerintah Kentucky telah mengerahkan personel National Guard dan polisi negara bagian untuk menyelamatkan orang-orang dengan helikopter dan perahu.
“Kami dalam mode penyelamatan sekarang,” kata Direktur Manajemen Kedaruratan Perry County Jerry Stacy kepada pers. “Banjir ekstrem dan tanah longsor ada di mana-mana”
Pusat-pusat evakuasi telah dibuka di taman-taman negara bagian dan fasilitas lainnya, namun gubernur memperingatkan bahwa beberapa fasilitas itu sendiri juga dihantam badai, dan mungkin tanpa listrik atau fasilitas lainnya.
Otoritas negara bagian juga mendatangkan air minum dengan truk-truk.
National Weather Service mengatakan ada kemungkinan 80% hujan lebat akan berlanjut pada hari Jumat.*