Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintahan PM Jacinda Ardern Tidak Tergesa Jadikan New Zealand Republik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 September 2022 09:51 9:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 September 2022 09:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perdana Menteri Jacinda Ardern, hari Senin (12/9/2022), mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan melakukan langkah apa pun untuk segera mengubah New Zealand menjadi negara republik menyusul kematian Ratu Inggris Elizabeth II.

Ardern mengatakan dia berpikir New Zealand nanti pada akhirnya akan menjadi sebuah republik, dan itu mungkin akan terjadi ketika dirinya masih hidup, tetapi ada masalah-masalah yang lebih mendesak bagi pemerintahannya saat ini.

“Seperti yang saya katakan, sebagian besar sebenarnya karena saya tidak pernah merasakan urgensinya,” kata Ardern. “Begitu banyak tantangan yang kita hadapi. Ini adalah perdebatan besar dan signifikan. Saya tidak berpikir itu akan atau seharusnya terjadi dengan cepat.”

Di bawah sistem saat ini, pemegang tahta Kerajaan Inggris adalah kepala negara bagi New Zealand yang diwakilkan oleh seorang gubernur jenderal. Gubernur jenderal pada masa sekarang ini lebih sekedar sebagai jabatan seremonial yang tidak memiliki atau sangat minim kewenangan dalam pemerintahan.

Banyak orang berpendapat bahwa New Zealand tidak akan sepenuhnya keluar dari bayang-bayang masa lalu era kolonialnya dan menjadi bangsa yang benar-benar independen sampai menjadi sebuah republik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Banyak orang di New Zealand berspekulasi di masa lalu bahwa perdebatan soal republik akan mendapatkan momentum hanya setelah kematian Ratu Elizabeth, mengingat dia sangat dicintai oleh banyak orang.

Namun, Ardern mengatakan dia tidak menghubungkan dua peristiwa itu. “Saya tidak pernah menggandengkannya seperti itu,” katanya seperti dikutip Associated Press.

Ardern mengatakan Elizabeth adalah orang yang luar biasa dan banyak warga New Zealand akan menghargai kesempatan untuk menandai kematiannya dan merayakan kehidupannya.

Oleh karena itu pemerintah menetapkan New Zealand akan menandai kematian Ratu Elizabeth dengan hari libur nasional pada 26 September, dan pada hari itu di ibukota, Wellington, akan digelar upacara kenegaraan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisNew ZealandPM Jacinda ArdernRatu ELizabethrepublik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MK Sebut Presiden Dua Periode Tak Dilarang Maju Cawapres
Tulisan selanjutnya Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Dipilih Sebagai Ketua Persatuan Ulama Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?