Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berpakaian Meniru Istri Raja Aktivis di Thailand Masuk Penjara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 September 2022 16:25 4:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 September 2022 16:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang aktivis di Thailand dimasukkan ke dalam penjara selama dua tahun setelah pengadilan menyatakannya bersalah menghina raja dengan berpakaian seperti ratu Thailand.

Jatuporn ‘New’ Saeoueng, 25, mengenakan gaun merah muda pada demonstrasi politik di Bangkok pada tahun 2020.

Jaturpon dijatuhi hukuman tiga tahun tetapi hukumannya segera dikurangi menjadi dua tahun.

Dia menghadiri aksi protes pada tahun 2020 sebagai salah satu penampil dengan mengenakan gaun formal terbuat dari sutra berwarna merah muda, di mana dia berjalan di karpet merah ditemani oleh seorang petugas yang memegang payung di atas kepalanya.

Istri Raja Thailand, Ratu Suthida, kerap mengenakan pakaian formal seperti itu dalam acara-acara publik. Ketika bepergian, keluarga kerajaan sering didampingi oleh seorang pembantu yang menaunginya dengan payung.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jatuporn dalam wawancara yang dipublikasikan sebelum putusan pengadilan berkata, “Saya tidak bermaksud mengolok-olok siapa pun. Saya berpakaian untuk diri saya sendiri hari itu, menampilkan diri saya dalam pakaian tradisional Thailand,” lapor Associated Press.

Aksi protes yang digelar dengan meniru acara fashion show itu dilakukan di pekan yang sama ketika anak perempuan Raja Vajiralongkorn memamerkan busana-busana rancangannya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam keras putusan pengadilan itu pada hari Senin (12/9/2022).

“Pertunjukan busana tiruan itu adalah satir situasi politik negara – acara publik yang damai mirip dengan festival jalanan,” kata seorang jubir Amnesty International.

Sejak Raja Maha Vajiralongkorn naik tahta pada 2019, kelompok-kelompok peduli HAM mengatakan pihak berwenang semakin sering menjerat orang dengan undang-undang lèse-majesté dengan tujuan meredam gerakan pro-demokrasi yang menuntut reformasi monarki Thailand yang selama ini dikenal sangat kuat.

Sejak November 2020, sedikitnya 210 demonstran didakwa melakukan pelanggaran lèse-majesté, setelah selama tiga tahun berturut-turut UU itu tidak digunakan sama sekali, kata kelompok-kelompok peduli hukum Thailand.

Tahun lalu, seorang mantan pegawai negeri sipil yang dianggap kritis terhadap bangsawan kerajaan di media sosial dijatuhi hukuman 43 tahun penjara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktivisistri rajaJatupornRaja Maha VajiralongkornRatu Thailandthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kakek Australia Dibunuh Kanguru
Tulisan selanjutnya PBB: 50 Juta Orang Masih Hidup Dalam Perbudakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?