Hidayatullah.com– Di hari kelima, Selasa (16/07/2013) pagi, pukul 7.44 waktu setempat. Tim konvoi Road For Peace (R4PEACE) akan bergerak menuju Bangkok, setelah bermalam di sebuah penginapan di kawasan Chumphon, Thailand.
Kemarin, Senin (15/07/2013), tim R4PEACE berada di Pattani (sebelumnya ditulis Patani), Thailand Selatan untuk bertemu dengan sejumlah Non Government Organisation (NGO/LSM) kemanusiaan yang sebagian besar dipimpin oleh orang muda. Pada malam harinya dilakukan taaruf dan menjelaskan tentang perkembangan terbaru situasi di Pattani.
Dijelaskan Presiden HAP (NGO Hak Asasi Manusia asal Pattani) Sakariya Lohyapha alias Chooya, saat ini Pattani sedang “cuti perang” (gencatan senjata) selama 40 hari. Cuti perang ini difasilitasi oleh Pemerintah Malaysia diawal Ramadhan.
Namun dua hari setelah kesepakatan gencatan senjata, pihak tentara Thailand telah melakukan pelanggaran. Dikabarkan NGO setempat, pada malam harinya, saat tim R4PEACE sedang melakukan taaruf atau saat berlangsung Shalat Tarawih, dua orang dari pihak Muslim terbunuh ditembak tentara Thai yang ganas.
Banyak hal yang dibahas tentang peta pergerakan Muslim Pattani saat ini. Salah satunya adalah tentang cita-cita seluruh masyarakat Pattani yang mendambakan sebuah negara Muslim yang merdeka, bukan otonomi khusus.
Dalam kesempatan itu, keempat negara, seperti Indonesia, Malaysia, Pattani (Thailand Selatan), Kamboja yang mewakili 100 NGO se-Asean bersepakat untuk bekerjasama, saling mendukung, dan mengupayakan perdamaian di Pattani dan Myanmar, khususnya Muslim Rohingya.
Seperti diberitakan sebelumnya, R4PEACE menghasilkan beberapa deklarasi, diantaranya adalah Deklarasi Damai & Hak Asasi Manusia tentang Pattani dan Rohingya. Deklarasi ini akan disampaikan ke beberapa pemerintah di masing-masing negara, baik se-ASEAN maupun dunia.*/Laporan Desastian/R4PEACE