Hidayatullah.com–Para Pelajar Indonesia di Mesir mendapat kesempatan melihat langsung walikota Surabaya, Tri Rismaharini dalam acara seminar yang berlangsung Jumat malam (18/3) dihadiri oleh segenap anggota Kabinet PPMI Mesir, perwakilan Atdikbud KBRI Mesir, dan tentunya para Pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.
Sebenarnya Tujuan Utama Risma berkunjung ke Mesir untuk memperoleh penghargaan gelar honoris causa yang diberikan oleh Universitas Ainu asy-Syam, Kairo.
Dengan tema “Dialog Kebangsaan”, perempuan yang akrab disebut “Bu Risma” ini memaparkan pencapaian-pencapaiannya selama menjabat sebagai walikota Surabaya, baik itu dalam cakupan sosial, ekonomi, maupun perhatiannya terhadap lingkungan.
Lebih dari itu, perempuan kelahiran Kediri, 20-November 1961 itu banyak memberikan motivasi dihadapan ratusan mahasiswa yang menghadiri acara di aula Shalah Al-Kamil Universitas Al-Azhar, distrik Hay Sadis.
“Jabatan itu amanah,tidak boleh diminta”, kata “Bu Risma” dengan lantangnya di tengah acara.
“Jika niat kita baik insyaallah, Allah akan melindungi kita,” lanjut Risma ketika menerangkan bahwa ia tidak pernah meminta jabatan, dan posisinya saat ini diawali permintaan sebuah partai yang ingin mengusungnya.
“Mau jadi pemimpin? Jangan dibilang enak terus, jangan juga ambil enaknya aja. Sampai urusan nyawa. Nyawa saya setelah diangkat sebagai walikota, saya serahkan kepada rakyat.”
Risma juga berkisah tentang ancaman-ancama yang kerap kali ia terima, terutama saat hebohnya pemberiaan tentang penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya. Lokalisasi terbesar se Asia yang ia sebut kental dengan unsur politik, wajar jika jadi trending topic di setiap lini media nasional saat itu.
Pada sesi Tanya Jawab, seorang mahasiswi asal Surabaya bertanya,” Bu! jika kami pulang nanti, peluang apa yang bisa ibu berikan kepada kami selaku mahasiswa Surabaya yang belajar di Al-Azhar?”
Saat itu juga bu Risma menjawab dengan suara tegas,”bahaya sekali mahasiswa meminta peluang, saya harus menyuapi warga-warga yang memang mempunyai lebih banyak kebutuhan, sementara mahasiswa cerdas seperti kalian semua seharusnya tidak minta disuapi, malah menciptakan peluang dan setelah pulang nanti lebih memberikan kontribusi,” jawabnya, diiringi tepuk tangan para hadirin.
Risma berpesan bahwa yang paling penting untuk mahasiswa Mesir semua adalah agar mengurangi perbedaan dan meningkatkan kebersamaan sebagai kunci sukses berbangsa kedepanya.*