Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Istri dan Anak Anggota ISIS Direpatriasi ke Australia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2022 16:58 4:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Oktober 2022 16:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Empat wanita dan 13 anak yang merupakan istri atau anak dari anggota ISIS direpatriasi ke Australia dari Suriah.

Mereka hari Sabtu (29/10/2022) tiba di negeri kanguru setelah bertahun-tahun mendekam di kamp-kamp tahanan di Suriah, lansir BBC.

Pihak berwenang mengatakan sekitar 60 warga Australia akan direpatriasi.

Ribuan orang yang bergabung dengan ISIS dan keluarga dari mereka yang meninggal ditawan di kamp-kamp penahanan Suriah sejak ISIS dinyatakan kalah teritorial di Suriah dan Iraq pada Maret 2019.

Sejak itu wanita dan anak-anak Australia – istri, putra dan putri pejuang ISIS yang tewas atau dipenjara – ditempatkan di kamp penahanan al-Hol dan Roj di bagian timur laut Suriah yang dikuasai Kurdi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Awal tahun ini Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa mereka yang dikurung di kamp-kamp tersebut menjalani kondisi parah yang setara dengan penyiksaan.

Kelompok pertama meninggalkan kamp Roj pada hari Kamis dan menyeberang ke Iraq di mana mereka kemudian menaiki pesawat terbang menuju New South Wales, lapor lembaga penyiaran milik pemerintah Australia ABC hari Jumat.

Purti dari Kamalle Dabboussy termasuk dalam kelompok itu. 

Dabboussy mengatakan putrinya yang bernama Mariam, 31, “dipaksa” bepergian ke Suriah oleh suaminya yang sekarang sudah meninggal.

Australia terakhir kali merepatriasi warganya dari sebuah kamp di Suriah pada 2019, pada masa pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Scott Morrison. Ketika itu delapan anak dan cucu dari dua petempur ISIS yang sudah tewas dipulangkan ke Australia.

Langkah repatriasi oleh Australia itu mengikuti kebijakan serupa yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Italia, Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Inggy, serta Kanada.

Menteri Dalam Negeri Clare O’Neil berkata repatriasi dilakukan setelah dilakukan asesmen terlebih dahulu atas para wanita dan anak-anak yang akan dipulangkan.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan prioritas pemerintahnya adalah memastikan warga negara Australia tetap aman.

Namun, oposisi dari Liberal-Nasional yang dipimpin oleh Peter Dutton mengkritik skema repatriasi itu. Dia berpendapat langkah itu bukan demi kepentingan terbaik negara Australia, dengan mengatakan para wanita ISIS itu telah bercampur dengan “orang-orang yang membenci negara kita, membenci cara hidup kita”.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaISISkampKurdisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Penduduk Muslim Terbesar, Digitalisasi Sertifikasi Halal Perlu Dipercepat
Tulisan selanjutnya worldview islam Pandangan Hidup Islam (Islamic Worldview)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?