Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ada Hadiah $10 Juta Untuk Meringkus Pemimpin Al-Shabab dari Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 November 2022 09:13 9:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 November 2022 09:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Amerika Serikat, hari Senin (14/11/2022), meningkatkan jumlah hadiah menjadi $10 juta untuk setiap informasi yang berguna untuk penangkapan tokoh-tokoh Al-Shabab.

Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan untuk pertama kalinya menawarkan hadiah sampai $10 juta untuk informasi yang dapat “melumpuhkan mekanisme finansial” kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda tersebut, lapor AFP.

AS mengatakan ada hadiah hingga $10 juta untuk masing-masing informasi yang mengarah pada identifikasi “amir” Al-Shabab Ahmed Diriye, orang kuat kedua Mahad Karate, serta Jehad Serwan Mostafa seorang warga AS yang dikatakan memiliki berbagai peran dalam kelompok tersebut.

“Para pemimpin utama Al-Shabab ini bertanggung jawab atas berbagai serangan teroris di Somalia, Kenya, dan negara-negara tetangga yang telah menewaskan ribuan orang,” kata sebuah poster yang dikeluarkan oleh AS dengan menampilkan potret wajah ketiga pria itu.

Kelompok tersebut, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh Departemen Luar Negeri pada Maret 2008, berusaha untuk menggulingkan pemerintah dukungan asing yang rapuh di Mogadishu selama sekitar 15 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para petempur Al-Shabab diusir dari Mogadishu pada tahun 2011 oleh pasukan Uni Afrika, tetapi kelompok itu masih menguasai banyak daerah pedesaan dan terus melakukan serangan mematikan terhadap warga sipil, politik dan militer.

Pada bulan Agustus, setelah pengepungan selama 30 jam di sebuah hotel di Mogadishu yang menewaskan sedikitnya 21 orang, pemerintahan baru Presiden Hassan Sheikh Mohamud menyatakan “perang habis-habisan” terhadap kelompok-kelompok bersenjata Muslim, yang ingin menerapkan hukum Islam secara ketat.

Dalam serangan paling mematikan kurun lima tahun, dua ledakan bom pada 29 Oktober yang diklaim oleh Al-Shabab menewaskan sedikitnya 121 orang dan melukai 333 lainnya di Mogadishu, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutip angka dari pemerintah Somalia.

Dalam pernyataannya Departemen Luar Negeri AS mengatakan Diriye, yang memimpin Al-Shabab sejak September 2014 setelah kematian Ahmed Abdi Godane dalam serangan udara AS, pada April 2015 dinyatakan oleh Washington sebagai seorang teroris global yang diburu, dan pada tahun yang sama dia dikenai sanksi oleh PBB.

Karate, yang juga dinyatakan sebagai seorang teroris pada April 2015 dan dikenai sanksi PBB, masih terus memimpin operasi-operasi Al-Shabab, kata AS. Dia juga memiliki sebagian kekuasaan di Amniyat, unit intelijen dan sekuriti kelompok tersebut, yang mengawasi pelaksanaan serangan-serangan bunuh diri dan asasinasi di Somalia, Kenya dan sejumlah negara tetangga. Amniyat juga menyediakan logistik dan memberikan dukungan untuk aktivitas terorisme Al-Shabab.

Mostafa, seorang warga negara AS yang pernah tinggal di California, menjadi instruktur militer di kamp pelatihan Al-Shabab, memimpin para petempur asing, memimpin sayap media kelompok tersebut, serta menjadi penghubung dengan kelompok-kelompok bersenjata lain. Dia juga unggul dalam hal penggunaan bahan peledak, kata AS. Pada Desember 2019, dia didakwa di pengadilan AS dengan tuduhan yang terkait dengan Al-Shabab.

“FBI menilai Mostafa sebagai teroris peringkat tertinggi yang berkewarganegaraan AS yang berperang di luar negeri.”

Pada bulan Mei, Presiden AS Joe Biden memutuskan untuk menempatkan kembali pasukan militer di Somalia, menyetujui permintaan dari Pentagon, yang menganggap sistem rotasi pendahulunya Donald Trump terlalu berisiko dan tidak efektif.

Kepala kantor hak asasi manusia PBB Volker Turk mengatakan Senin pagi bahwa lebih dari 600 warga sipil tewas dan 948 terluka sepanjang tahun ini dalam serangan yang sebagian besar dikaitkan dengan Al-Shabab. Angka itu tertinggi sejak 2017 dan naik 30 persen dari tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QaedaAl-ShababAmerika SerikathadiahSayembaraSomalia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amazon PHK 10.000 Karyawan
Tulisan selanjutnya haji umrah Pemerintah Umumkan Vaksin Meningitis Tak Lagi Diwajibkan Bagi Jama’ah Umrah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?