Hidayatullah.com– Badri Hosseini Khamenei, adik perempuan dari pemimpin spiritual tertinggi Syiah Iran Ali Khamenei, hari Rabu (7/12/2022) mengatakan dirinya berharap melihat keruntuhan “tirani” abangnya dalam waktu dekat, dan menambahkan bahwa Ali Khamenei “hanya membawa penderitaan dan penindasan” bagi rakyat.
Keluarga Badri Khamenei menjadi pengkritik rezim Syiah sejak 1979, setelah revolusi menggulingkan shah terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlavi.
Badri Khamenei dan suaminya Ali Tehrani, kerap menyuarakan penentangnya terhadap rezim Syiah Iran saat hidup di pengasingan di tahun 1980-an, lapor The Times. Sekembalinya mereka ke Iran pada tahun 1995, suaminya, yang meninggal pada bulan Oktober, dijebloskan ke penjara selama 10 tahun.
Menurut The Times, sejak itu Badri Khamenei menahan diri dan tidak lagi mencela rezim secara terbuka saat tinggal di Iran.
Namun, sekarang dia berbicara secara terbuka mengutuk tindakan brutal aparat keamanan terhadap aksi-aksi protes di seluruh penjuru negeri.
“Saya pikir sudah tepat saatnya sekarang untuk menyatakan bahwa saya menentang tindakan saudara laki-laki saya dan saya mengungkapkan simpati saya kepada semua ibu yang berduka atas kejahatan rezim Republik Islam (Syiah, red),” kata Badri Khamenei dalam sebuah surat yang diunggah di Twitter oleh putranya Mahmoud Moradkhani yang bermukim di Prancis.
“Saya minta maaf disebabkan penyakit fisik saya tidak dapat berpartisipasi dalam gerakan protes sebagaimana mestinya. Namun, hati dan jiwa saya bersama rakyat Iran.”
“Oposisi dan perjuangan keluarga kami melawan sistem kriminal ini dimulai beberapa bulan setelah revolusi [1979].”
“Kejahatan sistem ini, penindasan terhadap suara yang tidak setuju, pemenjaraan para pemuda yang paling berpendidikan dan paling peduli terhadap negeri ini, hukuman yang paling berat, dan eksekusi skala besar, semua itu dilakukan sejak awal,” papar Badri Khamenei.
Bulan lalu, untuk ketiga kalinya anak perempuan Badri, Farideh Moradkhani, ditangkap oleh aparat setelah mengimbau agar pemerintah-pemerintah asing berhenti memberikan dukungan kepada rezim Syiah Teheran.
Dalam rekaman video yang diunggah di YouTube pada 25 November, aktivis wanita itu menyebut rezim pamannya sebagai “pembunuh dan pembantai anak-anak”.
Menanggapi penangkapan tersebut, Badri Khamenei berkata, “Ketika mereka menangkap putri saya dengan kekerasan, jelas bahwa mereka menerapkan kekerasan ribuan kali lebih banyak kepada anak laki-laki dan perempuan tertindas lainnya yang menjadi sasaran kekejaman yang tidak manusiawi.”
Badri Khamenei juga mengatakan bahwa saudara laki-lakinya tidak mendengarkan “suara rakyat Iran”, tetapi malah memperhatikan “tentara bayaran dan orang-orang yang rakus uang.”
Adik perempuan Ayatollah Ali Khamenei itu menyeru Garda Revolusi Iran agar meletakkan senjata dan bergabung bersama rakyat “sebelum terlambat”.*