Hidayatullah.com–Presiden Serbia Boris Tadic meminta maaf atas pembantaian Vukovar.Presiden Serbia Boris Tadic menjadi pemimpin Serbia pertama yang meminta maaf atas pembantaian di Vukovar, Kroasia tahun 1991. Pernyataan maaf itu disampaikan President Tadic ketika mengunjungi monumen untuk mengenang 260 korban pembantaian di Vukovar. Dalam pernyataannya, dia menyampaikan ”permintaan maaf dan penyesalan”. Vukovar direbut bulan November 1991 setelah dikepung oleh pasukan Yugoslavia yang dimotori Serbia. Para korban pembantaian berusaha berlindung di rumah sakit di kota kecil tersebut. Namun, dua hari setelah Vukovar direbut, mereka digiring ke sebuah peternakan babi dan ditembak. Jasad mereka mereka kemudian dibuang ke kuburan massal. Tidak resmi Dalam kunjungan ke Vukovar hari Kamis (4/11). Tadic tiba dengan kapal feri yang melintasi Sungai Danube dari kota kecil Bac di Serbia. Dia sambut oleh Presiden Kroasia Ivo Josipovic, dan sekitar 50 warga. Kota Vukovar menjadi sasaran mesin perang Serbia pada tahun 1991 Mereka kemudian mengunjungi makam 18 warga desa yang dibantai orang Kroasia. Kroasia menggambarkan perkembangan yang terjadi hari Kamis itu upaya untuk mengurangi ketegangan hubungan kedua negara bertetangga. Namun, kubu partai-partai sayap kanan dan veteran perang Kroasia menyerukan demonstrasi. Mereka berpendapat permintaan maaf Tadic tidak bernilai, sebab di berkunjungan dalam kapasitas tidak resmi. Sebelumnya tahun ini, presiden Serbia itu berkunjung ke Bosnia untuk mengenang lebih dari 8.000 pria dan bocah Muslim yang dibantai oleh tentara Serbia di Srebrenica pada tahun 1995. [bbc/hidayatullah.com]